PT BIS Ingin ‘Rebut’ Usaha Pelindo

Dewan Komisaris PT BIS, Azirwan. (okyalexander/haluankepri.com)

Dewan Komisaris PT BIS, Azirwan. (okyalexander/haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Sejumlah bidang usaha yang sebelumnya dikelola PT Bintan Inti Sukses (BIS), tutup. Seperti usaha pertambangan pasir darat hingga usaha lego jangkar kapal.

Perusahaan milik BUMD Bintan itu berencana ingin ‘merebut’ usaha bongkar muat kontainer di Pelabuhan Sungai Kolak, Kijang yang saat ini dikelola PT Pelindo.

Rencana itu dipaparkan Dewan Komisaris PT BIS, Azirwan saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Bappelitbang Bintan di Tanjungpinang, Selasa (11/6) kemarin.

Menurutnya, banyak bidang usaha yang dikelola PT BIS selaku BUMD. Seperti pengelolaan pasar, SPBU dan hotel. Hanya, potensi lain perlu juga digarap salah satunya pengelolaan pelabuhan bongkar muat kontainer di Kijang.

“Bidang usaha ini baru rancangan, karena ada potensinya. Saya sudah sampaikan kepada Pak Bupati,” kata dia.

Bentuknya nanti kata dia, dalam bentuk kerjasama dengan PT Pelindo selaku pengelolanya saat ini. Pihaknya merancang akan membuat sebuah buffer zone kontainer di pelabuhan tersebut.

Potensi ini dipaparkan dengan melihat pertumbuhan setiap tahunnya sekitar 30 persen. Bahkan di tahun 2018, sekitar 19 ribu kontainer masik di pelabuhan itu tidak semuanya tervover untuk bongkar muat di pelabuhan tersebut.

“Nanti disana akan ada bongkar muat kontainer, dan itu merupakan jadi peluang usaha. Kita akan kerjasama dengan Pelindo 1 Medan,” timpalnya.

Disinggung beberapa bidang usaha yang tutup, Azirwan menjelaskan seperti pengelolaan tambang pasir darat yang ditutup karena izinnya tidak diperpanjang. Kemudian usaha lego jangkar yang tutup pasca berhentinya aktifitas tambang bauksit beberapa waktu lalu.

“Padahal waktu dulu sekitar 6 sampai 7 bulan operasi itu kita masih bisa dapat sekitar 4 miliar, tetapi sekarang nol karena tidak jalan lagi,” tutupnya. (oxy)