Januari-Mei Bandara RHF Tanjungpinang Rugi Rp13 Miliar

PLT Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura Bandara Raja Haji Fisabilillah (RFH), M. Wahib Jumadi (tengah baju batik) bersama Manager dan Asisten Manager di Morning Bakery, Batu 8 Tanjungpinang, Jumat (14/6).Rico/Haluan Kepri

TANJUNGPINANG (HK) – Kenaikan harga tiket pesawat menyebabkan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang terus mengalami kerugian hingga Mei 2019.

Kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi sejak awal tahun 2019 ini membuat penurunan penumpang. Tercatat periode Januari hingga Mei 2019 mengalami kerugian mancapai Rp13 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Eksekutif General Manager (EGM) Angkasa Pura Bandara Raja Haji Fisabilillah (RFH), M Wahib Jumadi mengatakan, kenaikan harga tiket mengakibatkan penurunan penumpang sehingga mengalami kerugian. Selain itu masyarakat juga masih mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat yang terjadi.

“Mahalnya harga tiket, membuat suasana bandara lebih sepi karena penumpang yang bepergian dengan pesawat lebih sedikit. Masyarakat lebih memilih mudik lewat jalur laut dan darat,” ungkap Jumadi saat coffe morning bersama awak media di Morning Bakery, Batu 8 Tanjungpinang, Jumat (14/6).

Saat ini untuk tujuan Jakarta tersedia tiga maskapai penerbangan, yaitu Garuda, Sriwijaya, dan Lion, untuk pesawat yang menggunakan baling-baling tujuan Batam Pekanbaru menggunakan Wings.

“Kalau untuk Dabo singkep menggunakan susi air,” ujarnya.

Selain itu, untuk Wings Air ada penambahan rute baru yaitu menuju Letung, kemungkinan akan dibuka 24 Mei 2019, tetapi kalau untuk penambahan ekstra flight tidak hanya untuk sekarang tapi berlaku untuk seterusnya.

“Karena di Kepri yang lebih favorit adalah penerbangan antarpulau dibandingkan ke Jakarta, karena pergerakan bisnis
kebanyakan berputar di Kepri saja. Dalam waktu dekat ini, kami akan berkomunikasi lagi dengan pihak maskapai untuk membuka rute penerbangan tujuan Karimun dan Dumai,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Finansial Manager, Angkasa Pura Bandara Raja Haji Fisabilillah (RFH), Mohammad Alif Widodo mengatakan selain periode Januari hingga Mei 2019 mengalami kerugian, pada tahun 2018 lalu pihaknya juga mengalami kerugian Rp30 miliar.

Sedangkan di tahun 2019 ini, biasanya dalam satu hari jumlah penumpang di angka 1.000, namun sekarang menurun di angka 500 penumpang, namun untuk angkutan kargo menjadi meningkat karena sistem bagasi berbayar penumpang lebih memilih mengirimkan bawaan melalui jalur kargo, bahkan pada bulan Mei meningkat sebesar 13 persen.

“Melalui kargo lebih murah dan tidak menyulitkan mereka karena harus membawa barang bawaan saat bepergian menggunakan pesawat,” pungkasnya. (rco)

(Visited 36 times, 1 visits today)