MK: Yang Dibaca Jadi Rujukan

Suhartoyo, Hakim Konstitusi. ...(internet)

Suhartoyo, Hakim Konstitusi. ...(internet)

KPU dan tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin memprotes pembacaan permohonan versi perbaikan gugatan Pilpres yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hakim MK menyebut permohonan gugatan perbaikan yang dibacakan dalam persidangan menjadi rujukan persidangan lanjutan.

“Hal-hal pokok dalam permohonan sebenarnya yang disampaikan di persidangan itu lah yang sesungguhanya yang menjadi rujukan permohonan sebenarnya. Terlepas termohon dalam konteks setuju atau tidak, persoalan itu redaksional atau substansial silakan ditanggapi dalam ruang waktu hari ini sampai Senin (17/6) pagi,” ujar hakim konstitusi Suhartoyo dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Suhartoyo mempersilakan pihak termohon yakni KPU dan pihak terkait, tim hukum Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menanggapi permohonan perbaikan yang dibacakan dalam persidangan oleh tim Prabowo-Sandiaga.

“Kalau memang tidak sepakat harusnya (materi) permohonan pertama, silakan tuangkan dalan jawabanya. Kalau sepakat, bantah dalil-dalil dalam permohonan itu,” sambungnya.

“Mahkamah memberi keleluasaan, pada waktunya Mahkamah menentukan itu. Jangan dipaksa Mahkamah (ambil) keputusan,” kata Suhartoyo.

Pada pokok permohonan, tim hukum Prabowo menyebut penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara KPU tidak sah. KPU menetapkan perolehan suara pasangan capres dan wapres Jokowi -Ma’ruf Amin sebanyak 85.607.362 suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 68.650.239 suara.

Sedangkan menurut tim hukum Prabowo, data perolehan suara yang benar adalah sebagai berikut: Jokowi-Ma’ruf Amin 63.573.169 (48%), sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 (52%). *

(sumber: detik.com)

(Visited 19 times, 1 visits today)