Raja Yunika Artis FTV Polisikan Penyanyi Terkenal Singapore

ARTIS FTV, Raja Timika Putri.Foto:IST

BATAM (HK)- Artis FTV, Raja Yunika Putri, mengaku baru saja menjadi korban pencurian saat melakukan liburan di negara tatangga Singapore.

Tidak tanggung- tanggung, pelaku pencurian itu sendiri, disebut Yunika, adalah AA (29), merupakan penyanyi terkenal kelahiran Singapore dan banyak berkarier di Malaysia.

Pengakuan Yunika kepada media ini, Jumat (14/06/19) peristiwa nahas yang dia alami berawal dari pertemuannya, Jumat (07/06/19) dengan AA.

“Saat itu saya bertemu dengan AA di Clarke Quay, Singapore. Kami mengobrol sampai dinihari. Saat melakukan pembayaran di Kasir, tas saya yang berisikan sejumlah uang dan barang berharga saya tinggal di tempat kami duduk,” ujar Yunika.

Lanjut Yunika, sekitar pukul 02.00 waktu setempat, AA pamit, mengaku akan pergi ke suatu tempat untuk menemui temannya.

Sesaat setelah kepergian AA, Yunika mengambil dompet yang ada di dalam tas. Nahas baginya, sejumlah uang Dolar Singapore dan rupiah yang sebelumnya berada dalam tas tersebut sudah raib.

“Setelah AA pergi, saya mengambil dompet saya yang sebelumnya berisi uang dolar dan rupiah, ternyata sudah kosong. Dan tentunya saya curiga AA yang mengambil uang tersebut. Dan ketika saya ancam akan melaporkan hal ini ke polisi, AA malah dengan entengnya mempersilahkan saya melaporkan ke polisi,” ujar Yunika.

Dikatakan Yunika, atas kejadian tersebut, dirinya melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian Singapore dan saat ini, kasusnya sudah ditangani polisi Singapore.

” Sesaat setelah kejadian, dengan bantuan Syed Saddiq, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, saya melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan saat ini kasusnya telah ditangani kepolisian Singapore. Bahkan kasus ini juga mendapat atensi dari atase Polri Singapore, Kombes, Joko Setiono,” ujar Yunika.

Atas kejadian yang menimpanya, Yunika mengaku mendapat pengalaman berharga, agar tidak gampang percaya dengan orang lain. Sekalipun adalah seorang pesohor.

Disinggung, berapa kerugian yang dialaminya atas peristiwa tersebut. Yunika menyebut nominalnya bukan masalah utama. ” Bagi saya berapapun nominalnya bukan yang utama, tapi masalah moral dan harga diri. Seorang publik figure berani melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang wanita. Apalagi tengah berada di negara lain, jelas tidak bermoral,” tutur Yunika.(san)