Setiap ASN Kemenag Adalah Humas

Hatiman, SH

Hatiman, SH

Oleh: Hatiman, SH, Pranata Humas di Kepri

Pekerjaan humas atau Public Relation (PR) bersentuhan langsung dengan masyarakat secara luas, terutama dari produk yang dihasilkannya. Secara umum, Humas seperti yang dijelaskan oleh Institute of Public Relations (IPR) – sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris – keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”.

Tujuan humas adalah untuk memastikan setiap pesan, niat baik, dan prestasi organisasi dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan. Profesi humas adalah memberikan layanan umum dalam bidang informasi kepada khalayak sesuai dengan amanah UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dan yang paling penting, layanan humas dapat dinikmati oleh pengguna informasi. Unsur terakhir adalah, agar profesi dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab, diperlukan kode etik dalam pengaplikasiannya.

Kini, pemerintah sedang giat-giatnya menambah, meningkatkan citra lembaga, institusi, aparatur termasuk sistem yang dikembangkan didalamnya. Jika menilik pada fungsi keberadaan ASN, setidaknya ada tiga fungsi yang melekat pada seorang ASN, yakni, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik termasuk pelayan data dan informasi, dan perekat pemersatu bangsa.

Saat ini pola penggajian ASN masih mengikat pada lama masa kerja, pangkat dan golongan. Namun cepat atau lambat, pola tersebut akan berganti oleh tingkat jabatan atau kelas. Pola tersebut sebenarnya sudah dimulai dengan adanya tunjangan berbasis kinerja (tukin) yang diberikan dalam lima tahun terakhir meskipun besar tukin setiap K/L tidak sama. Dengan berbagai perubahan tersebut, niscaya pada masa depan, ASN dituntut bekerja profesional. Memiliki kemampuan mumpuni, berinovasi, dan mampu menyampaikan setiap butir pekerjaannya kepada masyarakat. Untuk memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan setiap capaian kinerja ke tengah masyarakat dibutuhkan spirit kehumasan yang benar-benar lengket dalam setiap jiwa ASN. Bak satu mata uang yang tak bisa dipisahkan, capaian kinerja ASN dengan publikasinya merupakan satu paket yang wajib ada.

Setiap ASN harus bisa menulis agar publik mengetahui kinerjanya. Kepiawaian menulis bagi setiap ASN menjadi sebuah investasi pengembangan citra diri, lembaga, dan pemerintah. Utamanya dalam menginformasikan hal-hal tentang pelayanan publik dan capaian pelayanan publik. Ini juga sekaligus sebagai upaya menangkal hoax dalam pemberitaan.

Kita sepakat bahwa setiap ASN adalah humas pemerintah. Maka, ini juga berlaku pada ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kepri. ASN Kemenag Kepri adalah PNS dengan perjanjian kerja yang bekerja pada Kementerian Agama yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian yang diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan dan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Tugas selanjutnya adalah menjadi ASN plus humas bagi kinerja diri sendiri, lembaga, dan pemerintah dengan menciptakan dapur komunikasi agar dapat mengolah apa yang ingin disampaikan kepada khalayak. Seperti sebuah dapur, baik alat dan juru masaknya ada untuk mengolah data dan informasi agar disajikan menjadi sebuah pesan yang baik dan tidak mudah dipelintir oleh media.

ASN Kemenag Kepri harus muncul dengan branding pencitraan dengan menampilkan narasi menarik bagi publik karena setiap kita adalah humas. Humas era ini bukan lagi sebagai penyambung lidah pemerintah, tetapi lebih merupakan penghubung ide dan kebijakan sehingga keberadaannya mampu membawa perubahan kepada institusi yang diwakilinya ke arah perbaikan.

Sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, humas merupakan palang pintu bagi hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah. Jika sudah terjalin ikatan batin, maka akan muncul istilah humas for non humas dimana setiap ASN Kemenag Kepri menjadi humas yang cerdas memanfaatkan media yang ada termasuk media sosial sebagai sarana komunikasi. Kehadirannya juga sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, karena saat ini ada banyak informasi yang beredar di tengah publik yang itu menjadi kewajiban kita sebagai wakil pemerintah untuk mengelola informasi guna memenuhi hak masyarakat atas informasi yang baik dan benar.

Saat ini, terdapat 1.062 ASN Kemenag Kepri berstatus PNS tersebar di seluruh pelosok terdepan di Kepri. Hal tersebut menjadi kekuatan yang besar jika seluruhnya mampu memainkan peranannya sebagai humas pemerintah. Bayangkan saja, jika setiap PNS tersebut mampu membuat rilis dari setiap kegiatannya satu buah setiap pekan, maka setiap bulan terdapat empat informasi yang dihasilkan dan ada 48 informasi yang dihasilkan dalam setahun dari satu PNS. Jika teori tersebut kalibrasikan dengan baik, maka setidaknya terdapat 50.976 informasi yang beragam beredar di tengah masyarakat tentang progres pekerjaan yang dilakukan setiap PNS tersebut setiap tahun. Karena progres pekerjaan apapun yang dihasilkan setiap ASN adalah progres pembangunan yang dilakukan pemerintah. Adapun media yang dapat digunakan diantaranya, website portal resmi Kanwil Kemenag Kepri atau website portal resmi Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Tentunya aneka informasi dengan jumlah yang besar tersebut akan membuat influence yang positif untuk institusi jika rilis yang diproduksi bernilai positif.

Dari jumlah PNS tersebut terdapat 506 orang guru PNS baik di madrasah, pesantren, dan sekolah umum yang setiap hari berhadapan langsung dengan ribuan siswa. Menjadi kesempatan yang baik bagi guru-guru tersebut untuk menyelipkan informasi capaian kinerja pemerintah, baik yang dicapai dirinya sendiri, institusi maupun pemerintah pada umumnya. Karena guru juga bisa menjadi katalisator terhadap informasi yang diserap oleh siswa, sehingga siswa hanya menyerap informasi yang baik dan benar saja. Dan dari jumlah tersebut juga terdapat 20 orang penyuluh agama berstatus PNS yang bisa memainkan peran yang sama, hanya bedanya penyuluh agama memikili lapangan pekerjaan pada penyuluhan agama di tengah masyarakat.

Kesimpulannya, pertama, perlu injeksi mindset bahwa setiap ASN Kemenag Kepri adalah humas. Jika yang dibutuhkan adalah pelatihan, saat ini tidak sulit lagi mencari sumber-sumber informasi bagaimana cara menghasilkan karya jurnalistik yang memadai. ASN bisa menggunakan berbagai mesin pencarian seperti google, atau jika gairah membaca masih kurang, maka bisa menggunakan tutorial di youtube.

Kedua, Jika setiap ASN Kemenag Kepri memahami peran bahwa setiap dirinya adalah humas, maka dengan hitungan tersebut di atas maka tidak sulit untuk menciptakan image yang baik tentang institusi karena setiap PNS berperan dengan memberikan informasi-informasi yang membangun dari segala arah.

Ketiga, setiap ASN Kemenag Kepri sudah pasti mampu menciptakan produk jurnalistik, jika ditilik dari berbagai postingan di media sosial. Hanya perlu sentuhan sedikit agar karya jurnalistiknya sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, selebihnya hanya terus berbenah terhadap karya yang dihasilkan. Nikmat sekali jika cita-cita itu bisa diwujudkan.***

(Visited 83 times, 1 visits today)