Tahun Ini PPDB di Tanjungpinang Secara Online

Plt Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Tamrin Dahlan. (ricobarino/haluankepri.com)

Plt Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Tamrin Dahlan. (ricobarino/haluankepri.com)

TANJUNGPINANG (HK) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang menerapkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPSB) secara Online, pada tahun ajaran 2019-2020 ini. Sistem online yang diterapkan pada jenjang SD dan SMP sebagai upaya antisipasi terhadap tindakan-tindakan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan, mengatakan penerapan PPDB sistem online ini merupakan amanat dari Peraturan Menteri (Permen) Dalam Negeri Nomor 51 tahun 2018 dan tuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang harus dilaksanakan.

“Sistem online ini kita wajibkan di daerah kota yang mempunyai akses baik. Namun untuk daerah-daerah tertentu, seperti Penyengat, mungkin tidak perlulah online, karena memang mereka otomatis disitu, tetapi kami usahakan menggunakan sistem online,” ungkapnya.

Dijelaskan Tamrin, PPDB sistem online di tingkat SD dan SMP ini, merupakan kali pertama diterapkan di Tanjungpinang. Sebelumnya, PPDB dilakukan secara manual yang sistem pendaftarannya langsung ke sekolah-sekolah terdekat, bahkan orangtua bisa memilih sekolah yang diinginkan.

“Jadi kemungkinan masih akan ada kendala-kendala dalam menjalankan PPDB sistem online ini. Bisa saja jaringan atau website kami terbatas, kami akan atasi sesuai permasalah di lapangan,” jelasnya.

Tamrin menuturkan, penerapan PPDB sistem online ini sudah disosialisasikan kepada seluruh sekolah yang ada di Tanjungpinang, baik negeri maupun swasta.
“Mungkin tidak perlu orangtua ya, anak yang biasa online bisa mendaftarkan sendiri, begitu mereka klik website Tanjungpinangsiapppdb.com, melalui handphone bisa mendaftar,” terangnya.

Sejauh ini, tambah Tamrin, proses pendaftaran PPDB secara online cukup mudah. Orangtua atau anak bisa mengisi kolom-kolom yang sudah ditentukan dalam website tersebut. Peserta didik baru bisa memilih jalur zonasi atau pindak, nomor peserta ujian dan lainnya hingga seluruh kolom terisi dengan benar.

“Mereka pilih sekolah terdekat, nanti langsung nampak, sistem langsung tahu, sekolah mana yang terdekat, dan kami juga sudah mendata secara manual, sehingga ketika terjadi masalah bisa diatasi,” ujarnya.

Tamrin mengaku, pihaknya juga telah melakukan pendataan jumlah siswa tamatan SD serta kapasitas sekolah yang tersedia. Sejauh ini, katanya, peserta didik baru yang akan masuk ke jenjang SMP masih tertampung di sekolah-sekolah negeri. Namun, siswa SD yang lulus tahun ini juga ada yang mendaftar ke sekolah swasta di Tanjungpinang.

“Ada sekitar 700 ratus tak tertampung, tetapi ada sekolah swasta yang menerima, kemudian siswanya kami akan melakukan penyebaran, selama ini satu ruangan berdasarkan aturan maksimal 36 orang, kami tambah menjadi 37 atau 38, karena keterbatasan fasilitas,” ujarnya.

Menurut Tamrin, penerapan PPDB online ini juga dianggap sangat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang ada saat ini. Terlebih, katanya, sistem ini juga sebagai upaya pencegahan dan antisipasi terjadinya aktivitas-aktivitas diluar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah seperti pungli.

“Kalau sistem online ini berjalan dengan normal, maka tingkat pertemuan antara orangtua dengan panitia tidak ada, kami sudah mengantisipasi (Pungli),” jelasnya.

Jika ada temuan pungli pada PPDB, kata Tamrin, pihaknya pun tak segan-segan memberikan sanksi sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

“Kami sudah mengingatkan ke kawan-kawan, mudah-mudahan kita punya niat baiklah, karena sekarang tidak ada lagi yang namanya uang kursi, uang bangku, dan kami juga sudah bertemu dengan Kejari untuk mengantisipasi itu (Pungli),” tutupnya. (rco)

(Visited 12 times, 1 visits today)