Sikopi Jangkau Seluruh Masyarakat Miskin

GUBERNUR Kepri, Nurdin Nasirun saat launching Sikopi Kepri Perdana di Indonesia.Foto: VNR/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Gubernur Kepri, Dr HM Nurdin Basirun, mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri, dengan membuat sebuah aplikasi atau sistem untuk pendataan seluruh masyarakat miskin yang berada di Provinsi Kepri.

Hal tersebut ditandai dengan acara launching Sistem Informasi Kesejahteran Sosial Provinsi Kepri (Sikopi), untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat miskin yang ada di Provinsi Kepri, agar mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah pusat, dalam program sosial, Senin (17/6) siang, diruangan VVIP Bandara Hang Nadim Batam.

Nurdin Basirun menerangkan, dengan adanya Sikopi Kepri, diharapkan dapat menjadi acuan pemerintah daerah untuk memberikan sebuah pelayanan yang maksimal kepada masyarakat miskin yang tersebar di seluruh Daerah Kepri.

“Hal ini sebagai salah satu proyek perubahan di pemerintah daerah, untuk bisa memberikan perhatian dan pemantauan dalam melakukan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin, untuk kedepannya,” kata Nurdin, Senin (17/6) siang, di ruangan VVIP Bandara Hang Nadim Batam, yang turut dihadiri Sekda Kepri, Ketua MUI, Kadis Kesehatan, Kadisos Batam.

Dari itu, ujarnya, atas nama pemerintah daerah kami ucapkan taniah dan terimakasih kepada Kadis Sosial Provinsi Kepri yang telah mampu untuk melakukan sebuah perubahan, di dalam melakukan peningkatan dalam bimbingan dan kegiatan diklat bersama Kementerian Sosial.

“Artinya dengan penerapan Sikopi ini tentu kita memiliki data yang tepat dan akurat. Sehingga nya kita bisa melakukan upaya upaya agar kita bisa mengentaskan suatu kemiskinan di Kepri ini dengan baik, secara bersama sama,” papar Nurdin Basirun.

Diterangkan Nurdin, selama ini kita sudah ada berbagai upaya dalam meningkatkan sebuah kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin. Namun, kita tidak memiliki data yang update secara valid dan akurat. Sehingga masih ada masyarakat miskin yang kurang mendapatkan perhatian oleh Pemerintah Daerah dan Pusat.

“Nah, dengan Sikopi ini kita harapkan mampu untuk melakukan pendataan dan pengawasan secara menyeluruh dan akurat. Sehingga tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak terdata dan tidak mendapatkan perhatian, khususnya di Provinsi Kepri,” ungkapnya.

Dengan data yang valid, kata Nurdin, kita bisa berkoordinasi dengan intansi pemerintah yang lain seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan serta Dinas Kependudukan, untuk bisa menjangkau dan melakukan pengawasan didalam program program kesejahteraan sosial masyarakat.

“Sehingga, tak ada lagi bias bias atau bantuan yang tidak tepat sasaran di dalam upaya kami untuk pengentasan kemiskinan di masyarakat.
Dengan demikian, bantuan sosial pemerintah akan tersalurkan kepada masyarakat miskin yang benar benar layak untuk mendapatkan,” pungkas Gubernur Kepri.

Sementara Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri Doli Boniara mengungkapkan, Sikopi ini adalah sebuah aplikasi atau sistem untuk mengetahui kondisi yang ada di lapangan, terutama untuk keberadaan masyarakat miskin dan disabilitas
dengan dapat terdata secara akurat, di seluruh Wilayah Kepri.

“Penerapan terhadap Sikopi ini pertama kali di Indonesia, yang memang bekerjasama dengan Kementrian Sosial RI. Sehingga, data yang kita miliki ini terkoneksi dengan data Kementerian. Baik secara by name maupun by adrees,” kata
Doli Boniara.

Kenapa ini kita buat, ungkapnya, sebab kondisi data yang ada, khususnya di Provinsi Kepri itu tak terintegrasi dengan baik, sesuai fakta yang ada. Baik itu dari instansi Kabupaten dan Kota.

Sehingga data yang ada di Tingkat Kecamatan serta Kelurahan berbeda beda pula, apalagi itu kalau berbeda instansi.

“Sebagai dinas sosial tentu yang kita harapkan adanya sebuah pemerataan dalam pelayanan. Sehingga tidak ada lagi kemiskinan, disabilitas maupun gelandangan, yang tak mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dan pusat,” paparnya.

Nah, ungkapnya, dengan data yang akurat itu tentu kami akan dapat meminta perhatian ke Pemerintah Pusat melalui APBN dan program pengentasan kemiskinan.

“Ini salah satu upaya dan berkomitmen untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat miskin yang berada di seluruh Kepri, di dalam proses peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat miskin melalui program pemerintah pusat,” ujar Boniaran.

Selain pendataan, imbuhnya, kami juga tetap melakukan pengawasan serta updating data, menggunakan digital, dengan cara melakukan pendataan secara berjenjang serta bertingkat setiap waktunya, melalui tim kerja tiap daerah.

“Yakni mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kabupaten dan kota. Kemudian data ini akan kita integrasikan dengan Kementerian RI. Sehingga data yang kami berikan akan sangat dibutuhkan oleh Kementerian Sosial, di dalam melaksanakan semua program kesejahteraan sosial di masyarakat miskin,” papar Boniara.

Kepri sebagai etalase Indonesia, kata Boniara, kalau Kepri bagus tentunya akan memberikan perhatian bagi semua pihak serta negara jiran.

“Contohnya, kalau toko dan etalase kita bagus dan cantik, tentu orang akan senang di dalam berbelanja, sehingganya akan mendatangkan keuntungan. Begitupun dengan masyarakat di
Kepri ini. Jika masyarakat seudah terdata dan tidak ada lagi yang miskin, tentunya orang lain yang datang berkunjung akan senang,” tandas Kadisos Kepri ini.(vnr).