Bocah Tewas Hanyut di Parit

KORBAN setelah dievakuasi ke rumah sakit.Foto:November Iwandra/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Dhiwa Rafie (7), anak pertama dari pasangan suami istri Novianti Mala dan Bambang Mandala Putra, ditemukan tewas setelah dikabarkan hanyut saat mandi hujan
di parit depan Rumah Makan Lamun Ombak, Kelurahan Seipanas, Batam Centre.

Berdasarkan informasi, bocah tujuh tahun itu tergelincir dan terseret arus deras saat mandi hujan bersama teman temannya, Senin (17/6) sore, saat hujan lebat.

Akibatnya bocah malang tersebut dibawa arus air dalam parit hingga hanyut 2 kilometer lebih dari tempat kejadian setelah dilakukan dengan tim Basarnas, akhirnya jasad Rafie ditemukan tersangkut pada batang pisang tepi sungai, di belakang Kawasan Lytech Home Centre dekat Bengkong Nusantara, Selasa (18/6) subuh.

Cerita Iwan, seorang warga mengatakan, pada Senin (17/6) sore sekira pukul 14.00 WIB, hujan deras mengguyur Batam Centre sekitar.

Kemudian korban diajak oleh kawan kawanya untuk bermain dengan berjumlah enam orang.
Lalu bermain perosotan di parit depan Rumah Makan Lamun Ombak tersebut.

“Parit itu hanya memiliki lebar sekitar 1 meter dengan kedalaman air parit sekitar 0,5 meter. Tapi, karena sedang hujan lebat air parit bisa mencapai 1 meter lebih,” kata Iwan.

Kawan kawan korban, imbuhnya, melompat ke dalam parit dan bergelantungan di kabel PLN, sambil berenang renang. Korban pun tak mau kalah, lalu bocah laki-laki bertubuh mungil itu juga melompat.

“Namun malang, Rafie terseret arus air yang cukup kuat. Lagi hujan air parit sedang tinggi dan arusnya sangat deras,” ungkapnya.

Melihat salah seorang teman mereka terbawa arus dan hanyut, para teman korban berteriak tetapi mereka tidak kuasa untuk menolong.

“Karena sudah sore, lalu anak-anak itu pulang kerumahnya. Karena mereka takut dicari orang tuanya masing-masing,” sebutnya lagi.

Sekitar pukul 17.30 WIB, terang Iwan, orangtua Rafie (Putra), datang mencari anaknya itu yang menanyakan pada teman-teman sepermainan anaknya, dengan dapat jawaban “Dhiwa Rafie” tenggelam di parit saat mandi hujan.

“Mendengar jawaban itu jantung saya serasa mau berhenti. Karena pasti anak-anak bilang yang benar (tidak berbohong),” kenang Putra saat ditemui di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seipanas, Selasa (18/6) siang.

Sontak, Putra, langsung meminta pertolongan tetangganya untuk segera mencari. Sehingga puluhan warga Baloi Kolam bergerak mencari bocah hanyut itu. Namun tak kunjung ketemu.

“Satu jam pencarian korban tidak juga kunjung ditemukan, kemudian wargapun menghubungi Polsek Batam Kota, untuk minta pertolongan,” papar Iwan.

Kapolsek Batam Kota, AKP Ricky Firmansyah mengatakan, sudah cukup lama tim kepolisian melakukan pencarian dengan menelusuri parit, mulai pukul 18.30 WIB hingga pukul 24.00 WIB tapi tidak ketemu juga. Lalu, minta bantuan ke pada Tim Sar Batam.

“Polisi dengan Tim Sar Batam menyusuri parit hingga ke sungai di belakang Kawasan Lytech Home Center. Maka akhirnya, disana Tim Sar menemukan korban sudah tidak bernyawa. Ia tersangkut dan terapung tanpa busana dekat batang pohon pisang,” kata AKP Ricky.

Saat bermain itu korban mengenakan celana pendek, terangnya, mungkin terlepas karena arus air disaat korban hanyut.

“Mayat korban ditemukan hari Selasa (18/6), sekitar di pukul 05.00 WIB Subuh. Kemudian jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk visum. Siangnya jasad korban Dhiwa Rafie langsung dimakamkan di TPU Seipanas,” tukas Ricky.(vnr).

(Visited 22 times, 1 visits today)