Homestay Salah Satu Kekuatan Pariwisata di Batam

Kadisbudpar Batam, Ardi Winata membuka Pelatihan Manajemen Homestay, Selasa (18/6). DAMRI/haluan Kepri.com

Kadisbudpar Batam, Ardi Winata membuka Pelatihan Manajemen Homestay, Selasa (18/6). DAMRI/haluan Kepri.com

BATAM (HK) – Sebanyak 43 orang warga pulau dan kampung tua di Kota Batam mengikuti Pelatihan Manajemen Homestay atau rumah wisata berbasis masyarakat.

Pelatihan itu akan digelar selama tiga hari, mulai 18 Juni hingga 20 Juni mendatang di Hotel 89 Baloi Permai, Kecamatan Lubuk Baja.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan pelatihan itu adalah keinginan bersama, karena homestay itu diharapkan bisa menjadi salah satu kekuatan pariwisata di Kota Batam.

“Homestay ini salah satu kekuatan kita ke depan. Berpotensi untuk dikembangkan. Sudah ada tapi perlu dipelihara dengan baik,” ucap pria yang akrab disapa Ardi itu, Selasa (18/6) saat pembukaan acara.

Lanjutnya, pengembangan homestay tak hanya pada pengelolaan rumah warga menjadi tempat tinggal wisatawan saja, tapi juga bagaimana lingkungan sekitar bisa menyiapkan kegiatan yang menarik bagi turis.

Karena itu dalam pengembangan homestay tak bisa dilakukan perorangan melainkan dalam bentuk kelompok.

“Saya butuhkan bapak-bapak peserta itu punya kelompok. Jadi bukan sendiri-sendiri. Tapi sebaiknya berkelompok,” tutur Ardi.

Menurutnya, kegiatan yang menarik bagi wisatawan misalnya pembuatan kerajinan tangan, memasak makanan khas Melayu, yaitu seperti asam pedas, atau membuat kue tradisional misalnya putu piring. Bahkan bisa saja mengajak wisatawan pergi memancing dengan nelayan.

“Silakan bertanya pada narasumber. Bagaimana dibuat rumah itu supaya menjadi bernilai. Kita berharap pelatihan ini benar-benar sesuai standar yang baik. Setelah pelatihan ini pun silakan untuk berkomunikasi lebih intens,” tutur mantan Kepala Bagian Humas Setdako Batam itu.

Dikatakan Ardi, bantuan yang diberikan ke warga tak sebatas pada pelatihan manajemen saja, namun juga fasilitasi pada pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata. Kredit dengan bunga rendah itu juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pembuatan homestay.

“Kita bantu, saya kasih rekomendasi. Nanti bisa kerjasama dengan Asita untuk mendatangkan kunjungan dan sebagainya,” ungkapnya.

Ditambahkan Ardi, bahwa dia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata. Karena kegiatan pelatihan ini bisa berjalan berkat aliran Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik.

“Selain pelatihan manajemen homestay, DAK 2019 ini juga akan digunakan untuk pelatihan bagi pemandu wisata,” bebernya.

Ketua panitia pelaksana, Risi mengatakan bahwa pada hari pertama peserta mendapatkan materi dari Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata (ASPPI) Kepulauan Riau (Kepri), Irwandi Azwar. Kemudian di hari kedua, dua narasumber dari Kementerian Pariwisata akan mengisi pelatihan.

“Kamis turun ke lapangan. Langsung praktik di lapangan. Rencananya di dua kelurahan. Nongsa di Kelembak, dan di Sekanak Raya Belakangpadang,” ujar Risi.

Peserta pelatihan itu 5 orang warga Batu Besar, 10 orang warga Kampung Kelembak, 7 orang warga Ngenang dan 1 orang dari Nongsa Pantai Kecamatan Nongsa.

Kemudian dari Kecamatan Galang 6 orang warga Sembulang dan 1 warga Pulau Abang, warga Setokok Kecamatan Bulang sebanyak 7 orang dan dari Kecamatan Belakang Padang 6 orang. (cw64)

(Visited 35 times, 1 visits today)