Imigran Tak Kapok Meski Pernah Diberi Sanksi

Pihak Rudenim Pusat Tanjungpinang bersama kepolisian dan pemerintahan memperingatkan para pengungsi di Bhadra Resort, Selasa (18/6) siang. Oki Alexander/haluan Kepri.com

Pihak Rudenim Pusat Tanjungpinang bersama kepolisian dan pemerintahan memperingatkan para pengungsi di Bhadra Resort, Selasa (18/6) siang. Oki Alexander/haluan Kepri.com

BINTAN (HK) – Sanksi yang diberlakukan pihak Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang kepada para imigran di tempat pengungsian sementara, Bhadra Resort di Jalan Kawal Km 25 Kecamatan Toapaya, tak mampu membuat para pengungsi jera dan kapok.

Meskipun, beberapa diantaranya sudah dijebloskan ke ruangan isolasi usai melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan peraturan di Indonesia.

“Sudah ada 6 orang yang kita isolasi karena melanggar ketentuan,” kata Agung, Kabid Keamanan, Penempatan, Pemulangan dan Pendeportasi Rudenim Pusat Tanjungpinang, Selasa (18/6) siang di Bhadra Resort.

Ia berujar, kalau para pengungsian yang melakukan pelanggaran di Indonesia akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam undang-undang Keimigrasian.

Semisal imigran yang kedapatan mengendarai sepeda motor di jalan raya, berkeliaran hingga larut malam serta bertandang ke rumah warga khususnya para janda dan wanita bersuami.

“Ya rata-rata kesalahannya itu, kita sudah tegaskan aturan di Indonesia harus tetap dipatuhi,” katanya.

Meski sering melakukan kesalahan berulang-ulang dan disanksi pihak Rudenim, nyatanya para pengungsi itu tidak pernah kapok. Seperti yang belum lama ini terjadi, seorang pengungsi kepergok sedang bersama seorang wanita bersuami di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang hingga dini hari.

Menurutnya, perbuatan-perbuatan demikian tidak dilakukan karena para pengungsi sifatnya hanya sebagai orang asing yang menumpang. Sehingga, segala tindakan yang melanggar dapat dikenai sanksi. (oxy)

(Visited 31 times, 1 visits today)