Pengiriman 21 PMI Ilegal Digagalkan

(noviwandra-haluankepri.com)

(noviwandra-haluankepri.com)

BATAM (HK) – Sebanyak 21 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan di kawasan pelabuhan rakyat Teluk Mata Ikan, Batubesar, Nongsa, Sabtu (15/6) malam, saat hendak diseberangkan ke Malaysia.

Saat penggerebekan, selain mengamankan 21 PMI, tim Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil inova warna Silver, 2 buah ponsel, serta seorang pengurus berinisial MS, sebagai pihak pengurus dan pemilik penampungan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs S. Erlangga mengatakan, pengungkapan terkait aktivitas ilegal ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Yang kemudian dikembangkan.

“Pemberangkatan ini ilegal, lantaran para PMI ini tidak memiliki dokumen yang sah,” ungkap Erlangga didampingi Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha.

Namun, ujarnya, dengan modus memanfatkan arus balik mudik lebaran mereka menyeberang ke Malaysia dengan menggunakan speed boat dari pelabuhan rakyat di tengah malam, Senin (17/6) siang.

Kemudian Kasubdit Ditreskrimum Polda Kepri menerangkan, berdasarkan dari pemeriksaan penyidik, para PMI ilegal tiba di Batam, Sabtu sore (15/6), sekitar pukul 20.00 WIB, melalui Pelabuhan Domestik Sekupang.

Kemudian, lanjutnya, mereka dijemput oleh MS dengan mobil dan istirahatkan di tempat penampungan Batubesar, sebelum para PMI ini diseberangkan ke Malaysia, tengah malam.

“Dari 21 PMI ini, 15 orang diantaranya laki-laki dan ada 6 orang perempuan. Kesemuanya berasal dari NTT,” terang Dhani.

Untuk proses hukum, imbuh Dhani, kepolisian menetapkan MS sebagai tersangka dari kasus penyelundupan PMI ilegal tersebut.

“MS, kita jerat dengan Pasal 80, Pasal 81 junto Pasal 83, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara,” tandas Dhani. (vnr)

(Visited 24 times, 1 visits today)