Banyak Gardu PLN Tanjungpinang Belum SLO

INILAH sosok Jupri Helmi, PPNS Tenaga Kelistrikan Pemprov Kepri.Foto:Rico/Haluan Kepri

TANJUNGPINANG (HK) – Gardu listrik yang dikelola PLN UP3 Tanjungpinang masih banyak yang tak laik operasi atau tidak SLO (Sertifikasi Laik Operasi) untuk keamanan penggunaan listrik bagi pelanggan.

Hal ini disampaikan oleh Jupri Helmi PPNS Tenaga Kelistrikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang mengatakan setiap instalasi listrik, mulai dari pembangkitan sampai pemanfaatan ke ruamah pemukiman masyarakat harus memiliki SLO, sesuai amanah dari Pasal 44 ayat (4) Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Setiap linstalasi listrik, seperti genset, pembangkit, jaringan transmisi, jaringan retrubusi (gardu) semua harus memiliki SLO. Kita menduga gardu milik PLN masih ada yang belum memiliki SLO,” ungkap Jupri di Tanjungpinang, Selasa (18/6).

Dikatakan Jupri, SLO untuk gardu ini menurutnya amat lah penting. Karena penyaluran gardu distribusi menyentuh langsung makhluk hidup di sekitarnya. Dengan demikian, mengantongi SLO diharapkan mampu memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan.

“Jadi harus ada uji pemeriksaan dampak lingkungan serta keamanan bagi makhluk hidup sekitar. Dengan adanya SLO ini berarti gardu-gardu yang disertifikasi aman untuk kelangsungan makhluk hidup di sekitarnya. Yang berdampak pada pelayanan pendistribusian arus kepada pelanggan,” terangnya.

Menurut Jupri, SLO dibutuhkan untuk melindungi konsumen tenaga listrik dari bahaya listrik akibat penyaluran listik ke instalasi yang tidak layak dialiri listrik. Sebab, selain bermanfaat listrik juga membahayakan juga pemanfaatannya tidak memenuhi kaidah teknik listrik. Bahaya yang dapat ditimbulkan antara lain kebakaran rumah atau pasar.

“Kalau tidak ada SLO sanksinya jelas dalam UU 30 tahun 2009, tentang ketenaga listrikan pasal 54 ayat 1. Dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan denda Rp500 juta,” ujarnya.

Disini dirinya sampaikan, kepada pihak PLN jangan hanya mewajibkan SLO untuk instalasi rumah. Namun gardu distribusi milik PLN malah tidak ber-SLO. Selain pihak PLN, lanjut Jupri pihaknya juga menyampaikan kepada pihak swasta yang memiliki pembangkit lsitirk sendiri seperti, hotel, Mall, perkantoran dan lainnya juga wajib ber-SLO.

“Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 58-PUU-XII-2014 tentang Kewajiban Instalasi Listrik Bangunan Besar dan Industri harus dapat SLO. Bisa dari lembaga inpeksi teknis di Kepri, dalam pelibatan pemeriksaan penggunaan pembangkit listrik, trafo, atau instalasi listrik perusahaan atau bangunan besar,” pungkasnya.

General Manager PLN area Tanjungpinang, Fauzan saat dihubungi menjelaskan bahwa dalam wilayah tanggungjawab UP3 Tanjungpinang untuk pembangkit dan transmisi sudah memiliki SLO. Namun untuk gardu, Fauzan tidak tau apakah semuanya sudah memiliki SLO.

“Karena banyak pembangunan gardu dari masa ke masa. Untuk saat ini, jumlah keseluruhan gardu di Kepri kurang lebih sebanyak 2.200 buah. Jumlah tersebut diluar wilayah Batam,” ujar Fauzan singkat.(rco)

(Visited 51 times, 1 visits today)