Pemko Tambah Sekolah Baru di Tanjung Buntung

WALIKOTA Batam, Muhammad Rudi melakukan pertemuan dengan calon orangtua murid Kecamatan Bengkong, Rabu (19/6) di Golden Prawn, Bengkong Laut. Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tambah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.

Penambahan sekolah baru itu mengakomodir calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri khususnya yang telah mendaftar di SMPN 4 dan SMPN 30 Kota Batam pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020, terutama untuk warga Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.

Berdasarkan dari sistem zonasi yang telah ditetapkan dan dimaksimalkan sekolah yang sudah ada maka jumlah murid yang tidak tertampung di SMPN 4 dan SMPN 30 tersebut ada sebanyak 274 siswa.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa agar tidak melanggar keputusan Menteri Pendidika tentang PPDB yang mengunakan sistem zonasi itu maka jalan keluarnya yang dilakukan oleh Pemko Batam adalah membangun sekolah baru.

Lahan untuk sekolah baru yang akan dibagun Tanjung Buntung itu adalah seluas 5.000 meter, yaitu di samping Puskesmas Tanjung Buntung Kecamatan Bengkong. Pembagunan sekolah baru yang direncanakan itu adalah yang ketiga untuk tahun ini.

Adapun sekolahnya nanti adalah SMPN 62 Batam. Rencana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) nya adalah tahun depan, yakni 2020 dan anggarannya juga tahun 2020.

“Yang sudah pasti sampai hari ini sekolah yang akan kita dibangun untuk tahun ini baru 3 sekolah SMP, yaitu dua buah di Sagulung dan satu di Tanjung Buntung,” ujar Rudi, Rabu (19/6) setelah melakukan pertemuan dengan calon orangtua murid di Golden Prawn, Bengkong.

Lanjutnya, sedangkan untuk Kecamatan lainnya seperti Kecamatan Sei Beduk dan Batu Aji belum tau, karena dia belum turun kesana dan juga belum mengetahui persoalannya dalam PPDB tahun ini.

“Jadi kepastiannya untuk Kecamatan lainnya itu setelah dilakukan pertemuan dengan calon walimurid terlebih dahulu. Apabila telah diadakan pertemuan maka barulah ditetapkan apakan harus membangun sekolah baru atau tidak,” ungkap Rudi.

Dijelaskannya, untuk sekolah yang akan dibangun ini nantinya mekanisme yang akan dilakukan adalah sembari menunggu pembangunan sekalah baru itu selesai, maka siswa yang diterima di SMPN 62 itu belajarnya untuk sementara di tumpangi dulu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012.

“Artinya siswa-siswa itu langsung sekolah sebagaimana sekolah-sekolah lainnya, namun dia nompang dulu dan dia masuk sore, karena anak SD kan sekolahnya adalah pagi hingga siang dan anak SMP 62 itu dari sinag hingga sore. Sebab untuk membangun sekolah itu kan butuh proses dulu,” ucapnya.

Khusus sekolah SMP 62 yang akan dibangun itu Ruangan Kelas Baru (RKB) yang dibutuhkan untuk tahun ini adalah sebanyak 5, namun yang akan dibangun langsung sebanyak 10 RKB, agar untuk dalam PPDB tahun selanjutnya tidak ada lagi masalah terkait hal ini.

“Tahun selanjutnya apabila ada lagi penambahan maka tidak perlu lagi diadakan rapat seperti saat ini, tapi langsung diterima saja,”(Cw64)

(Visited 18 times, 1 visits today)