Sebuah Pulau di Mantang Jadi Lokasi Penyimpanan Sabu, Ini Kata Camatnya

Camat Mantang, Pilihan

Camat Mantang, Pilihan

BINTAN (HK) – Sebuah pulau yang dinamai Pulau Alang di Desa Mantang Baru Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, menjadi perbincangan hangat setelah pihak Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menemukan 54 kilogram sabu-sabu pada awal Juni lalu.

Selain barang haram, pihak kepolisian juga mengamankan seorang tersangka berinisial IN yang diduga sebagai pelaku penyelundupan narkoba jaringan internasional.

Lalu mengapa barang haram dari Malaysia itu masuk dan disimpan di Pulau Alang Bakau. Camat Mantang, Pilihan menjelaskan kalau letak Pulau Alang Bakau memang berada di Desa Mantang Baru Kecamatan Mantang.

Sepengetahuan dirinya, pulau tersebut kosong atau tidak berpenghuni.

“Itu pulau kosong, tak ada penghuninya,” kata Pilihan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (18/6) siang.

Ia sendiri tak mengetahui kalau salah satu pulau tak berpenghuni di daerahnya itu dijadikan tempat penyimpan sabu terbesar di Kepri. Pilihan bahkan tak mengetahui ada penangkapan oleh pihak Mabes Polri pada awal Juni lalu.

Menurutnya, daerah Kecamatan Mantang memang banyak ditemukan pulau-pulau tak berpenghuni. Ia bahkan tak mendengar kabar kalau ada warganya yang ditangkap polisi terkait pengungkapan yang dilakukan Mabes Polri pada awal Juni lalu.

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (1/6) lalu, sekira pukul 05.00 WIB, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri mendapat informasi di Pulau Alang Bakau, Kecamatan Mantang, ada penyelundupan narkoba jenis sabu dari Malaysia.

Hal ini terungkap saat press rilis yang dilakukan di Mabes Polri, Kebayoran Lama Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan anggotanya lalu melakukan penyelidikan dan mendapati adanya seseorang yang dicurigai mengendalikan peredaran narkoba dari Pulau Alang Bakau.

“Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mengambil sabu dari seseorang bernama Dullah, yang berada di Malaysia. Saat ini Dullah masih menjadi DPO. Tim lalu pergi bersama tersangka ke Pulau Alang Bakau, tempat disimpannya narkoba ini, dengan speedboat,” jelas Eko.

Eko menyampaikan di lokasi tersebut polisi menemukan dua tas hitam besar berisi 54 bungkus kemasan teh. Ke 54 bungkus teh tersebut masing-masing berisi satu kilogram sabu.

“Tasnya dikubur dan diberi tanda seperti ditancapkan kayu. Tersangka diberi upah Rp 40 juta sekali jalan dari Johor, Malaysia ke Pulau Alang Bakau. Tim berhasil mengamankan 54 kilogram sabu di Pulau Alang Bakau,” ujar Eko. (oxy)

(Visited 201 times, 1 visits today)