ASN Kepri Terlibat Narkoba Karena Kurangnya Pengawasan

ilustrasi (internet)

ilustrasi (internet)

Anggota DPRD Provinsi Kepri, Iskandarsyah, mengaku prihatin dengan adanya ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang tertangkap kasus narkoba.

“Sudah sering kali terjadi, sangat kita sayangkan,” ujar Iskandarsyah, Rabu (19/5/2019).

Lanjut Iskandar, hal ini menunjukkan bahwa ASN Pemprov Kepri perlu diberikan bimbingan dan pembinaan lebih intens terkait dengan moral dan kepribadian.

Selain itu, kata dia, kejadian ini juga tidak terlepas dari minimnya pengawasan internal dari atasan baik gubenur, wakil gubernur, sekda, dan khususnya Kepala OPD masing-masing.

“Bisa jadi atasan tidak terlalu mengenal karakter bawahannya. Ini perlu juga diperhatikan,” imbuhnya.

Politisi PKS itu turut menilai, selama ini razia narkoba di lakukan mungkin tidak optimal. Sehingga, ketika ada ASN serta Pejabat yang terindikasi narkoba tidak ketahuan.

“Tidak ada tindakan tegas, makanya banyak ASN yang tidak disiplin,” tuturnya.

Dia mengharapkan, Pemprov Kepri, dapat bertindak tegas kepada ASN yang terlibat narkoba.

Sesuai aturan yang berlaku, ASN yang terlibat narkoba mendapatkan sanksi mulai dari pembinaan, penurunan pangkat, serta pemecatan secara tidak hormat.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri, dalam kurun waktu sebulan terakhir ini sudah dua orang pejabat di lingkungan Pemprov Kepri yang tertangkap kasus narkoba oleh aparat kepolisian, Masing-masing berinisial RA dan FR.

Padahal, kedua ASN itu memiliki jabatan yang cukup strategis di Kantor Pemprov Kepri. RA sebagai Kepala Seksi (Kasi) di OPD Koperasi UKM, kemudian FR sebagai Kasubbag di OPD Kesbangpol setempat .

Pelaku RA ditangkap Ditresnarkoba Polda Jambi, karena terlibat dalam perdagangan narkoba jenis sabu dan ekstasi lintas daerah senilai Rp8 miliar, Minggu (12/5/2019) lalu.

Sementara, pelaku FR diringkus Satresnarkoba Polres Tanjungpinang, Polda Kepri, usai pesta sabu-sabu bersama empat rekan lainnya berinisial MH, RFH, DAM, dan RA. Kelimanya diamankan di Jalan Hang Lekir, Perumahan Mahkota Alam Raya, Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (14/6/2019) malam.

Dari kelima pelaku, polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 23,97, satu bungkus plastik berisi 10 (sepuluh) butir diduga narkotika jenis pil ekstasi berbentuk kodok warna hijau seberat 3,19 gram.*

(sumber: antarakepri.com)

(Visited 18 times, 1 visits today)