Polisi Tangkap Oknum LSM yang Ancam Demo dan Memeras

Miswandi, oknum anggota LSM GMPL saat dicokok petugas Satreskrim Polres Bintan, Selasa (18/6) sore kemarin. IST

Miswandi, oknum anggota LSM GMPL saat dicokok petugas Satreskrim Polres Bintan, Selasa (18/6) sore kemarin. IST

BINTAN (HK) – Miswandi, kordinator lapangan unjuk rasa (korlap unras) yang mengancam akan mendemo para pengungsi di Bhadra Resort, ditangkap polisi.

Oknum anggota LSM Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) itu diduga melakukan pemerasan terhadap Dirut Bhadra Resort, Alex Sugianto.

Miswandi diringkus usai menerima uang Rp 5 juta dari korban saat berada di salah satu rumah makan di kawasan Km 16 Desa Toapaya Selatan, Selasa (18/6) sore.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana menceritakan kronologis tersangka hingga bisa berurusan dengan hukum. Mulanya, tersangka berencana akan melakukan aksi unras di Bhadra terkait keberadaan para pengungsi yang dianggap meresahkan masyarakat.

Ternyata ancaman itu membuat Dirut Bhadra Resort resah. Singkat cerita, tersangka pun meminta uang senilai Rp 60 juta kepada korban.

“Namun, sampai tersangka ditangkap hanya uang Rp 5 juta yang disepakati antara pelaku dan korban. Dan uang itu sudah disimpan pelaku usai menerimanya dari korban saat kita amankan,” papar Yudha saat konferensi pers di ruang Satreskrim Polres Bintan, Rabu (19/6) sore.

Kini tersangka masih menjalani pemeriksaa intensif dari penyidik. Polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai Rp 5 juta, handphone, sepeda motor, jaket serta tas milik pelaku.

Pelaku disangkakan melanggar ketentuan Pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara dan Pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Informasi yang berkembang, pelaku tak sendirian. Ada 3 orang lainnya yang merupakan rekan pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan ini. Ketiganya merupakan rekanan sesama LSM dan organisasi kemahasiswaan. Hanya saja, masih dalam pendalaman pihak kepolisian.

“Kita masih dalami, kemungkinan ada tersangka baru bisa jadi. Penyidik masih melakukan pendalaman,” ujarnya. (oxy)

(Visited 42 times, 1 visits today)