BKMT Kompak, Gubernur Bersemangat

Gubernur Nurdin Basirun bersama ibu-ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Tebing di Ayla Asrama Haji Karimun, Jumat (21/6). IST

Gubernur Nurdin Basirun bersama ibu-ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Tebing di Ayla Asrama Haji Karimun, Jumat (21/6). IST

KARIMUN (HK)- Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan kalau emak-emak terus menjaga kekompakan, makanya jalan pembangunan semakin lancar. Tugas-tugas yang diamanahkan sebagai kepala daerah, semakin semangat untuk dituntaskan. Apalagi muaranya adalah kesejahteraan masyarakat.

“Kekompakan ini harus dijaga dengan baik. Semakin meningkat lagi. Saya tambah semangat kalau melihat kekompakan dan semangat ibu-ibu BKMT,” kata Nurdin saat menghadiri Halalbihalal Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Tebing di Ayla Asrama Haji Karimun, Jumat (21/6).

Begitu sampai di lokasi, Nurdin langsung menyampaikan permohonan maafnya karena terlambat hadir. Keterlambatan itu, kata Nurdin, karena dia mendampingi Menteri Pertanahan dan Agraria dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Jalil.

Kehadiran Menteri Sofyan, kata Nurdin, untuk semakin memperjelas persoalan Kampung Tua yang dijanjikan Presiden Joko Widodo. Tak hanya mengabarkan persoalan Kampung Tua di Batam, Nurdin juga mengabarkan pembangunan Jembatan Batam Bintan yang akan dimulai tahun depan.

Walaupun jembatan itu menghubungan Batam dan Bintan, ibu-ibu BKMT sangat bersemangat menyambut kabar itu. Mereka bersorak gembira metuka Nurdin menyampaikannya.

Pada kesempatan itu, Nurdin menyerahkan bantuan kepada enam BKMT. Di antaranya Al Furqon, Adsomad, Al Falah, Al Hikmah, Antasalam dan Fastabiwul Khairat.

Usai acara, Nurdin berpesan tentang pentingnya peran ibu-ibu dalam membangun karakter anak. Dia berpesan kepada ibu-ibu, terlebih dari BKMT untuk  mengajarkan pendidikan agama sejak dini.

Bagi Nurdin, sangat penting para orang tua agar mengawal anak-anaknya, mengajari ilmu-ilmu agama. Bahkan untuk tidak ragu memasukan mereka ke sekolah islam, pondok tahfiz maupun pondok pesantren.

“Tidak akan rugi kita sebagai orang tua untuk menanamkan investasi keagamaan bagi anak-anak kita. Paling tidak dapat menjauhkan mereka pada kegiatan negatif yang malah merusak masa depan,” kata Nurdin. (r)

(Visited 12 times, 1 visits today)