Pengusaha Asal Batam Ditahan di Padang

AS yang mengaku sebagai pengusaha Batam Ditahan di Padang.

BATAM (HK) – Seorang pria berinisial AS yang mengaku pengusaha di Batam diamankan pihak Polda Sumatera Barat, Padang sejak 2 bulan lalu.

AS ditahan menyusul aduan Rosman Muchtar, pengusaha asal Padang terkait penipuan dan penggelapan. Ia dijerat
dengan pasal 378 JO 372 KUHPidana.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari Riki Marta Hidayat, kasus tersebut. Dan saat ini kasus tersebut telah masuk P21, dimana AS juga sudah masuk tahanan tingkat 2 di Kejaksaan Negeri Padang.

Masih katanya, berdasarkan keterangan kuasa hukum pelapor, awalnya pelaku mengaku memiliki barang copper slag di kota Batam, dan klienya, Rosman (korban,red) yang merupakan pengusaha tersebut, tertarik ingin membeli barang copper slag yang ditawarkan pelaku.

Kemudian, kesepakatan pun terjadi, dan transaksi pembayaran pun dilakukan antara Rosman dengan AS yang mana diketahui sebesar lebih dari Rp 900 juta.

“Jadi bentuk penipuannya berupa barang. Sementara barang berupa perjanjian tersebut akan dikirim ke Padang, tapi tak juga kunjung dikirim. Bahkan hampir mencapai 1 tahun lebih berlalu,” ujar Riki, Rabu (19/6) kepada awak media.

Lanjutnya lagi, sebelum melakukan transaksi serta keterangan dari korban kepada kuasa hukumnya menyatakan, kalau korban pernah diajak ke Batam untuk melihat gudang copper slag tersebut.

Belakangan diketahui jika gudang tersebut bukan miliknya pelaku. Bahkan diketahui bahwa barang tersebut milik orang lain. Pengakuan itu diketahui selepas perkara ini dilaporkan ke pihak kepolisian. 

“Setelah ada perkara baru diketahui bahwa bukan atas nama AS yang memiliki gudang itu,” paparnya lagi.

Karena merasa tak ada kejelasan dari pelaku, akhirnya korban pun memilih melaporkan ke Polda Sumbar. Kemudian setelah dilaporankan, Polda Sumbar pun meminta keterangan pelaku, hingga sampai ke tahap penyidikan. Hingga saat ini, kepolisian menyatakan telah menetapkan AS sebagai tersangka.

“Jadi, saat sidang pertama kita akan melihat berapa tuntutannya. Karna sekarang kita masih menunggu dari Pengadilan Tinggi Padang. Karena saat itulah akan ada pembacaan dakwaan,” pungkasnya.(ded)

(Visited 158 times, 1 visits today)