Embun Es di Dieng Ancam Tanaman Kentang Warga

Embun di Candi Dieng. (internet)

Embun di Candi Dieng. (internet)

Suhu udara di Dieng yang sampai Sabtu ini (22/6/2019) turun hingga minus 5 derajat celsius dinilai mengancam lahan pertanian kentang milik warga.

Warga Dieng biasa menyebut embun es sebagai ‘bun upas’ atau embun beracun. Disebut demikian karena jika embun itu mulai terpapar ke tanaman pertanian, tanaman akan segera layu, mengering dan mati.

Kepala UPT Pengelolaan Obyek Wisata Banjarnegara, Aryadi Darwanto, mengatakan, munculnya embun es kali ini lebih luas dari sebelumnya. Termasuk ke lahan pertanian kentang.

“Munculnya embun es hari ini lebih luas dari sebelumnya. Sudah sampai ke lahan kentang milik warga,” ujarnya, Sabtu (22/6/2019).

Namun demikian, ia mengaku tidak tahu pasti luasan lahan yang terkena embun es. Tetapi, pagi hari ia melihat petani kentang berangkat lebih awal ke kebun kentang untuk mengecek tanaman.

“Tadi beberapa petani ke kebun kentang untuk melihat tanaman kentang. Teranyata sudah sampai ke kebun kentang,” kata dia.

Beberapa petani kentang menyirami tanaman agar tanaman kentang tidak layu karena terkena embun es. Sebab jika dibiarkan, tanaman kentang yang terkena embun es langsung layu seiring mencairnya embun es yang berada di daun tanaman kentang.

“Petani di Dieng untuk mengantisipasi embun es ini dengan cara menyirami tanaman kentang dengan menggunakan disel. Tujuannya agar tanaman tidak layu,” jelasnya.

Saroji, warga Desa Dieng Kulon menambahkan, embun es sudah sampai ke kebun kentang. Namun, saat ini masih tipis sehingga belum begitu berdampak pada tanaman kentang.

“Sudah sampai ke lahan pertanian kentang tapi masih tipis. Untuk antisipasi memang petani kentang menyirami tanaman agar tidak kering dan mati,” ujarnya. *

(sumber: detik.com)

(Visited 11 times, 1 visits today)