Bupati Karimun: Jangan Ada Lagi “Sukiran” yang Lain

Bupati Karimun, Aunur Rafiq. (hengkihaipon-haluankepri.com)

Bupati Karimun, Aunur Rafiq. (hengkihaipon-haluankepri.com)

Karimun (HK) – Bupati Karimun DR H Aunur Rafiq mewarning para kepada desa di Karimun untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dana desa dan meminta agar dana desa yang disalurkan pemerintah digunakan secara tepat untuk kemaslahatan warga desa.

“Saya ingatkan kepada para kades yang ada di Pulau Moro dan Pulau Sugie ini agar berhati-hati dalam pengelolaan dana, agar tidak terjerat hukum seperti kades Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat Sukiran yang sudah ditahan pihak Kejaksaan. Saya minta dan ingatkan jangan ada ‘Sukiran-sukiran’ yang lain. Cukup satu saja agar jadi contoh dan pelajaran bagi kita semua,” tegas Aunur Rafiq pada acara dialog interaktif Masyarakat se – Pulau Sugie Kecamatan Moro di Gedung Serba Guna Slibur Jaya Desa Rawa Jaya Kecamatan Moro, Kamis (20/6/2019).

Bupati Rafiq mengaku kecewa kepada Sukiran tersangkut kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana desa. Sebab, selama ini seluruh kepala desa telah sering mengikuti rapat evaluasi dan bimbingan teknis terkait penggunaan dana desa. Namun, ternyata masih saja ada kepala desanya yang melakukan penyalahgunaan dana tersebut.

“Kita melakukan rapat berulang kali. Dalam rapat evaluasi dan bimbingan teknis sudah kita sampaikan, bagaimana pengelolaan dana desa yang baik. Makanya, kita mengadakan pendampingan, ada MoU. Mereka juga melakukan MoU dengan TP4D untuk mendapatkan pengawalan. Ternyata masih juga terjadi keteledoran,” ujarnya.

Aunur Rafiq kembali mengitngatkan agar tidak menyalahgunakan dana desa untuk kepentingan pribadi. karena jika salah, akan berhadapan dengan hukum nantinya, dan penggunaan dana tersebut saat ini terus diintai oleh penegak hukum.

“Saya ingatkan agar kades berhati-hati dalam pengelolaan dana, termasuk dana desa agar tidak terjerat hukum. Jangan jadikan dana desa itu sebagai uang pribadi, karena itu adalah uang negara, sehingga jika salah digunakan maka akan berhadapan dengan hukum dan bisa berujung dalam penjara,” tegasnya.

Aunur Rafiq meminta agar dana desa yang disalurkan pemerintah digunakan secara tepat untuk kemaslahatan warga desa. Ia mengatakan, semakin banyak anggaran dana desa, potensi penyalahgunaan bisa terjadi. Oleh karena itu, para kades yang hadir diingatkan untuk menggunakan dana desa dengan tepat.

“Harus diketahui adanya pengucuran dana desa sejak empat ahun lalu, itu bertujuan agar dana pemerintah tidak hanya berputar di kota saja, tapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di pedesaan, dan digunakan untuk kemakmuran desa. Jadi jika ada pembangunan di desa usahakan beli bahan materialnya di desa juga agar uangnya bisa berputar di desa, jangan beli ke tempat lain,” jelas Rafiq.

Hal kedua yang diingatkan Aunur Rafiq adalah dana desa untuk pengembangan ekonomi rakyat. Menurut Rafiq, setelah dana desa selesai digunakan untuk membangun infrastruktur, maka di 2020 bisa mulai difokuskan pengembangan ekonomi rakyat.

Hal ketiga yang diingatkan Aunur Rafiq ke pada kades di Pulau Moro dan Pulau Sugie yakni agar penggunaan dana desa tidak menjadikan perpecahan antara perangkat desa dan warganya.

“Ingat, sekali lagi saya ingatkan, hati-hati menggunakan uang negara ini, apalagi ini tahun depan kita kembali masuk tahun politik. Jangan sampai tergelincir dan jangan sampai kondisi politik juga memecah belah antarwarga dengan warga dan warga dengan perangkat desanya. Sekali lagi jaga kerukunan dan silaturahmi,” ujar Aunur Rafiq.

Kunjungan Bupati Karimun beserta rombongan ke Pulau Sugie dan Pulau Moro juga disejalankan dengan Halal bi Halal bersilahturahmi usai hari raya lebaran Idul Fitri dengan mengunjungi beberapa desa diantaranya Desa Niur Permai, Desa Keban dan Desa Raya Jaya.

Sementara terkait dengan kasus yang menjerat Sukiran Kades Desa Sawang Selatan yang terjerat kasus korupsi dana desa kurun waktu 2016-2018 dengan kerugian negara sekitar Rp252 juta telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang, Kamis (20/6).

”Saat ini, berkasnya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Setelah berada di Pinang, baru berkasnya dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan,” ungkap Andriansyah, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun, Rabu (12/6/2919). (hhp)

(Visited 100 times, 1 visits today)