Bupati KKA Launching Penanaman Rumput Laut

Bupati Abdul Haris, SH menanam rumput laut saat launcing penanaman rumput laut di Dusun Selamba Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur. (yudi/haluankepri.com)

Bupati Abdul Haris, SH menanam rumput laut saat launcing penanaman rumput laut di Dusun Selamba Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur. (yudi/haluankepri.com)

ANAMBAS (HK) – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Abdul Haris, SH, menargetkan daerah itu menjadi penghasil rumput laut terbesar di Kepri. Pasalnya Anambas memiliki lautan sangat luas yang mampu menghasilkan rumput laut berkualitas. Demikian dikatakannya saat melaunching penanaman bibit rumput laut di dusun Selamba, Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur, Minggu (23/6/2019).

Didampingi Wakil Bupati, Wan Zuhendra, ia mengungkapkan, sebagai awal pihaknya membantu sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) untuk menanam rumput laut.

“Terdapat tiga desa sebagai tahap awal pengembangan rumput laut, yakni Desa Temburun, Desa Serat dan Desa Batu Belah, di Kecamatan Siantan Timur yang nanti akan menjadi daerah inti budidaya rumput laut,” ujar Haris.

Niat mengembangkan budidaya rumput laut lanjut Bupati adalah agar masyarakat dapat lebih sejahtera, karena rumput laut merupakan komuditi yang memiliki potensi sangat besar karena Anambas memiliki potensi laut yang sangat luar biasa.

“Ini merupakan upaya kita mengembangkan rumput laut sehingga menjadi penghasilan tetap masyarakat,” jelasnya.

Dalam melanjutkan pembangunan Haris-Wan berniat bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan kerja baru, salah satunya dengan penanaman rumput laut.

“Memang ada janji manis tentang rumput laut, namun hal itu tidak terlaksana, dari pelajaran ini menjadi pengalaman jangan sampai terulang,” bebernya.

Ia menguraikan, petani jangan khawatir untuk harga telah ada kesepakatan dengan investor yakni dibeli dengan harga Rp9 ribu sampai dengan Rp12 ribu. Jadi ada kepastian harga bagi petani rumput laut nantinya.

“Nanti hasil rumput laut akan dibeli oleh koperasi dan diberikan kepastian harga agar petani merasa aman dan nyaman,” tuturnya.

Bupati menambahkan, dari 60 KK masing-masing masing per KK menanam sebesar 1/2 Ha. Dari laut seluas itu dapat menghasilkan 20 ton basah, apabila kering itu sekitar 2 ton. Jika diestimasikan dengan harga Rp9 ribu itu bisa menghasilkan Rp18 juta selama 45 hari masa tanam.

“Untuk lahan laut nanti diatur dinas, untuk itu harus kompak dan kerjasama dan kompak,’katanya.

Ia pun berpesan apabila rumput laut berkembang petani jangan mudah dipengaruhi karena dapat merusak harga, maka harus koordinasi dengan Dinas terkait.

“Apabila ini terus berkembang, maka akan dibangun pabrik mini disini,” pungkasnya.(yud)

(Visited 70 times, 1 visits today)