Nol Kecelakaan saat Arus Mudik dan Balik Lebaran

Kabid Lala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda

Kabid Lala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda

KARIMUN (HK)- Arus mudik dan balik penumpang kapal ferry cepat di sejumlah pelabuhan Karimun sepanjang lebaran Idul Fitri 1440 H berjalan aman. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun tidak menemukan kecelakaan ataupun pelanggaran selama arus mudik dan balik berlangsung.

“Arus mudik dan balik tahun ini berlangsung dengan aman dan lancar dan tidak ada satupun kecelakaan ataupun kejadian yang cukup berarti hingga mengganggu dalam pelaksanaan angkutan laut lebaran tahun ini,” ungkap Kepala Bidang Lalulintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda usai penutupan apel pengamanan posko lebaran, Senin (24/6).

Kata Marganda, pelabuhan yang menjadi pengawasan KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun sepanjang H-15 hingga H+15 pada Jumat (22/6) lalu adalah pelabuhan internasional, pelabuhan domestik, pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau pelabuhan KPK, pelabuhan Parit Rampak atau Roro, pelabuhan Tanjungbatu Kundur, Pelabuhan Selat Beliah, Moro dan Penyalai.

“Jumlah penumpang sampai berakhirnya posko pada 21 Juni 2019 lalu sebanyak 458.400 orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu yang sebanyak 464.948 orang, maka secara global penumpang di seluruh pelabuhan Karimun mengalami penurunan hingga 1,4 persen. Penurunan itu diakibatkan dengan berdekatan dengan libur anak sekolah,” terang Marganda.

Sementara, kata Marganda, jumlah penumpang yang naik ke pelabuhan Tanjungbalai Karimun mengalami kenaikan sebesar 3,93 persen. Jika pada 2019 ini jumlah penumpang 238.325 orang maka pada 2018 lalu jumlah penumpang hanya sebanyak 226.623 orang. Penumpang itu didominasi tujuan Batam dan Selatpanjang.

“Kebanyakan penumpang itu tujuan Batam, baik itu melalui pelabuhan Sekupang maupun Harbour Bay dan tujuan Selatpanjang. Penumpang yang ke Selatpanjang itu rata-rata berasal dari pelabuhan Kukup, Malaysia. Semua penumpang mampu kita atasi dan angkut dengan kapal, bahkan ke Kukup ada penambahan jadwal keberangkatan kapal,” tuturnya.

Menurut dia, berdasarkan data yang ada, puncak arus mudik atau arus mudik terpadat di Tanjungbalai Karimun terjadi pada H-4 lebaran. Sementara untuk arus balik yang terpadat terjadi pada H+2. Meski begitu, berdasarkan instsruksi dari Kementerian Perhubungan, pihaknya tetap akan memantau arus balik hingga H+15. (ham)