Penyidik Periksa Ketua KNTI dan Panglima Gagak Hitam

Motor Yamaha R15 yang turut diamankan saat penangkapan Miswandi, tersangka kasus pemerasaan terhadap Dirut Bhadra Resort, Alex Sugianto. (dok)

Motor Yamaha R15 yang turut diamankan saat penangkapan Miswandi, tersangka kasus pemerasaan terhadap Dirut Bhadra Resort, Alex Sugianto. (dok)

BINTAN (HK) – Penyidik Satreskrim Polres Bintan tengah memeriksa Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) berinisial Bu dan Panglima Gagak Hitam Bintan berinisial AN. Pemeriksaan kedua tokoh ormas itu terkait dugaan kasus pemerasan yang menyeret koleganya Miswandi, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) Bintan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Masih diperiksa sebagai saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana, Senin (24/6/2019) siang.

Diduga, Miswandi yang melakukan pemerasaan terhadap Dirut Bhadra Resort, Alex Sugianto dilakukan dengan memanfaatkan ancaman gerakan menolak pengungsi yang digaungkan ormas GMPL, Gagak Hitam serta Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bintan (Himkab).

Pria yang kini sudah menjadi tersangka itu meminta uang sebesar Rp 60 juta agar aksi unjuk rasa menolak pengungsi dibatalkan.

Miswandi diringkus usai menerima uang Rp 5 juta dari korban saat berada di salah satu rumah makan dikawasan Km 16 Desa Toapaya Selatan, Selasa (18/6/2019) sore lalu.

Saat ditangkap, selain uang, handphone, jaket dan tas milik tersangka Miswandi. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha R15 warna hitam yang terdapat stiker ormas ‘Gagak Hitam’ pada bagian tangki motor. (oxy)

(Visited 80 times, 1 visits today)