Syaiful Buat Surat Terbuka

Surat terbuka yang dikirim Syaiful, SE, salah seorang terdakwa dugaan kasus pencurian plat baja Dompak. (asfanel/haluankepri.com)

Surat terbuka yang dikirim Syaiful, SE, salah seorang terdakwa dugaan kasus pencurian plat baja Dompak. (asfanel/haluankepri.com)

  • Terkait Dugaan Kasus Plat Baja

TANJUNGPINANG (HK)- Dugaan kasus raibnya ratusan sisa material plat baja jembatan Dompak setelah sesi pertama dengan terdakwa La Mane dinyatakan bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Namun sesi lainnya, sidang dugaan perkara pencurian plat baja tersebut terus bergulir dengan tiga terdakwa, yakni Yulianta, Sarbudin alias Udin, dan Syaiful SE.

Hal menarik dalam fakta persidangan perkara tersebut, adanya keterangan sejumlah saksi yang mengatakan adanya dugaan campur tangan orang nomor satu di Kepri ini (Nurdin Basirun-red), termasuk Ketua RT di kawasan Jembatan I Dompak yang mengatakan tentang adanya pertemuan antara Nurdin Basirun dengan Andi Cory Patahuddin

“Ketua RT tersebut dalam sidang juga mengaku mendengar perkataan Nurdin kepada Andi Cori Cs, menyuruh untuk membersihkan wilayah di sekitar Jembatan I Dompak tersebut, karena di lokasi itu akan dibangun pusat kuliner, pusat oleh-oleh khas Melayu, resort dan area publik,” kata Syaiful dalam surat terbukanya dan diterima Haluan Kepri, Senin (24/6/2019)

Dalam surat terbuka sebanyak tiga lembar tersebut, Syaiful juga menyebutkan, sudah selayaknya penyidik Polda Kepri yang menangani perkara tersebut untuk memeriksa Nurdin Basirun sebagai saksi agar perkaranya dapat lebih jelas dan terang benderang.

“Indonesia merupakan negara hukum, dan setiap masyarakat sama kedudukannya di mata hukum sebagaimana ketentuan UU yang berlaku di negara ini,” ujar Syaiful.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kepri, Drs Mulawarman, menyampaikan keprihatinannya atas perkara dugaan kasus pencurian plat baja milik dinas PUPR Pemprov Kepri tersebut bergulir hingga sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

“Kita sudah mempelajari kronologis kejadian tersebut. Seharusnya Gubernur Kepri itu bersikap bijak melalui kajian tentang mudarat dan manfaarnya, Jika ada yang salah, seharusnya ditegur dan diluruskan lebih dulu, Jangan langsung main lapor ke Polisi dan memproses,” kata Mulawarman.

Dikatakannya, pihaknya pernah melihat foto dan vodeo dari seseorang tentang kehadiran Nurdin Basirun di lokasi pada tanggal 4 Juni 2018 pasca pembersihan kawasan di bawah Jembatan I Dompak tersebut.

“Jika memang ada yang salah, karena plat baja tersebut sebagai aset Pemprov Kepri, seharusnya Nurdin melarang ketika sebagian plat baja itu sudah diangkut oleh pihak lain. Seharusnya suruh kembalikan saja plat baja yang sudah diangkut itu, dan sebaliknya melaporkan,” ungkapnya.

Menyangkut tentang perkara yang sedang hadapi Syaiful saat ini, Mulawarman menilai, bahwa sosok kerabat dekatnya tersebut, tidak seperti yang disangkakan sebagian pihak.

“Saya sudah bertahun kenal dengan beliau, baik sewaktu bertugas di media, pimpinan partai, termasuk saat menjabat sebagai ketua paguyuban, tetua Organda Kepri. Saya tahu watak beliau yang sangat idealis dan selalu menjaga image. Beliau termasuk sosok pemuda yang kreatif serta banyak ide wawasan yang cukup bagus untuk membangung daerah,” ucapnya.

Keprihatinan serupa juga disampaikan Zamalis selaku sekretaris Generasi Muda Pariaman (Gempar) Tanjungpinang. Ia mengaku selalu mengikuti jalanannya sidang perkara pencurian plat baja tersebut, termasuk keterangan sejumlah saksi yang menyebutkan siapa pihak yang mengambil, menjual, membeli serta mendapat hasil yang besar dari penjualan plat baja tersebut.

“Kami yakin bahwa sahabat kami, Syaiful itu tidak terlibat langsung dalam kasus ini. Beliau niat awalnya memang ingin untuk membangun kawasan tersebut dan saya tahu benar sifatnya sebagai pemuda yang kreatif untuk membangun daerah ini,” ungkap Zamalis usai membesuk Syaiful di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Zamalis juga mengaku mengetahui tentang sosok Syaiful yang memiliki pergaulan yang luas termasuk dekat dengan beberapa jenderal polisi yang masih aktif di Mabes Polri, Kami salut melihat sikap beliau yang gentlemen dalam menghadapi masalah ini

“Kami yakin pihak jaksa dan majelis hakim yang mengadili perkara ini dapat bekerja secara profesional dan mengambil keputusan yang tempat, khususnya untuk saudara kami Syaful,” pungkasnya (nel)

(Visited 78 times, 1 visits today)