TI dan Kualitas Pendidikan di Kepulauan

Nur Maulida, S.Kom

Nur Maulida, S.Kom

  • Oleh: Nur Maulida, S.Kom, Pranata Komputer di Kepri

Pada dasarnya, teknologi informasi (TI) diciptakan untuk memudahkan dan menyederhanakan pekerjaan manusia. Perkembangan TI sekarang ini semakin pesat dan sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut Haag dan Keen (1996) TI merupakan seperangkat alat yang membantu kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. kemudian Martin (1999) menambahkan bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada hardware dan software yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, namun, juga meliputi teknologi komunikasi yang mengirim dan menyebarluaskan sebuah informasi. Informasi melalui perkembangan teknologi inilah yang tentunya bisa menjadi potensi yang besar dalam peningkatan kualitas pendidikan, baik skala nasional, maupun skala wilayah kecil seperti daerah kepulauan.

Dulu, sebelum TI belum berkembang, dunia pendidikan hanya terbatas dengan ruang kelas antara guru dan murid berupa tatap muka secara konvensional, dan hanya berorientasi pada gedung sekolah. Proses belajar mengajar masih berupa guru yang mencatat di papan tulis, menjelaskan teori dan kemudian dicatat kembali oleh murid. Pengiriman dan diskusi tugas hanya bisa dilakukan dengan komunikasi langsung, penyimpanan dan penggandaan buku teks yang memakan tempat, pencarian bahan ajar dan materi keilmuan melalui buku-buku di gedung pustaka, sampai ke pelaksanaan dan pencetakan naskah ujian yang masih dilakukan secara manual yang tentu cukup memakan waktu dan biaya dalam pelaksanaannya. Permasalahan ini semakin bertambah bila pelaksanaan pendidikan bertempat di wilayah kepulauan seperti di Kepri. Mulai dari kekurangan jumlah tenaga pendidik, kekurangan sarana dan prasarana yang memadai, kualitas tenaga pendidik yang terkadang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, kekurangan materi dan bahan ajar, hambatan tempat dan lokasi belajar yang jauh dan lain sebagainya.

Dengan perkembangan TI sekarang tentunya bisa mengurangi hambatan-hambatan fisik tersebut. Kita bisa menggunakan teknologi informasi dalam memudahkan dan mempercepat peningkatan kualitas di dunia pendidikan, mulai dari pembuatan database yang dapat menyimpan dan mengolah data dan informasi, sistem pembelajaran, sistem ujian dan sistem penilaian yang bisa dibuat online. Penggunaan multimedia yang bersifat interaktif baik dengan aplikasi desktop atau berbasis web berupa e-learning, e-book, video tutorial, audio visual, blog, web interaktif, newsgroup, bahkan melalui berbagai hal yang sering diminati anak didik di era sekarang seperti pemanfaatan media sosial, aplikasi quiz atau game berisi bahan ajar yang tentunya bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Media semacam ini tentunya bisa menciptakan proses belajar menjadi lebih efisien dan efektif, meningkatkan pengetahuan anak didik menjadi lebih luas dan berwawasan, sehingga mampu menjadi pemicu semangat, penajaman konsentrasi dan peningkatan peran aktif anak didik. Hal ini cukup sesuai diterapkan di daerah kepulauan karena proses pembelajaran bisa dilakukan dengan jarak jauh tanpa batas ruang dan waktu, sehingga pemerataan pendidikan bisa lebih mudah dicapai.

Bobby DePorter dan Mike Hernacki (1999) menemukan bahwa para murid masing-masing mempunyai keunikan tersendiri dalam memproses informasi pembelajaran. Ada murid yang lebih mudah memproses informasi melalui suara (auditorial) dan ada yang lebih mudah memproses informasi secara sentuhan atau praktek langsung (kinestetik).

Menurut Bobby DePorter, informasi juga mempunyai persentasenya sendiri bila dilihat dari daya serap yang diterima berupa 10% dari yang dibaca, 20% dari yang didengar, 30% dari yang dilihat, 50% dari yang dilihat dan didengar, 70% dari yang dikatakan dan 90% dari yang dikatakan dan sekaligus dilakukan. Dari sini ini kita bisa menilai bahwa komputer merupakan media yang bisa menambah daya serap belajar dengan lebih efisien dan efektif karena sudah mencakup semua aspek dalam daya serap informasi baik dari teks, audio, gambar, animasi, grafik, video dan sebagainya.

Untuk itu, hendaknya semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan terus menerus meningkatkan sarana dan prasarana dalam menerapkan pendidikan dengan teknologi informasi. Perlu diadakannya pelatihan-pelatihan atau bahkan tenaga pendidik sendiri bisa secara otodidak mendalami penggunaan teknologi informasi untuk proses pembelajaran guna mampu menciptakan generasi yang lebih berkualitas dan penuh daya saing dan sesuai dengan era globalisasi saat ini.

Pada akhirnya, melalui anak didik inilah kita bisa membangun Provinsi Kepri menjadi lebih baik di masa mendatang, sebagaimana ungkapan seorang aktivis pendidikan Indonesia, Soedijarto (2008) bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Dan teknologi informasi, mempunyai potensi yang sangat besar untuk itu.**

(Visited 25 times, 1 visits today)