Perangi Kebiasaan Buruk Buang Sampah Sembarangan

BATAM (HK) — Sepanjang tahun 2017 hingga 2019 ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam telah memeriksa 40 orang warga Batam, dan telah menjatuhkan sanksi denda secara bervariasi dari Rp300 ribu hingga Rp10 juta.

Tindakan tegas tersebut, karena pelaku tertangkap tangan membuang sampah sembarangan dan dilakukan tindakan tegas sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 11 Tahun 2013, tentang pengelolaan sampah.

Berdasarkan data DLH yang terjaring operasi yustisi Persampahan kota Batam, bahwa pada awal 2017 silam petugas memeriksa warga Batam 16 orang, yang kemudian dijatuhi sanksi denda hingga Rp10 juta.

Belasan warga tersebut disidang saat tertangkap tangan dengan membawa tumpukan sampah serta membakar sampah bukan pada tempatnya. Namun saat di sidang, mereka mengakui perbuatannya dengan surat pernyataan sendiri.

“Untuk tahun 2017 silam, ada sekitar 16 orang yang tertangkap saat buang sampah serta membakar bukan pada tempatnya,” kata Faisal Novrieco Napitupulu selaku Kabid Pengelolaan Persampahan dinas lingkungan hidup kota Batam, Selasa (25/6) saat itu.

Sementara di Tahun 2018 silam, pihak PPNS DLH Batam juga memproses warga yang membuang sampah sembarangan ada sebanyak 16 orang. Namun ke 16 orang tersebut hanya diberikan surat teguran dan pernyataan dikarnakan mengakui perbuatannya sendiri.

Kemudian, di pertengahan bulan Juni tahun 2019 ini, mereka juga memeriksa sedikitnya 8 orang warga Batam. Kepada 8 orang tersebut juga masih hanya diberikan surat peringatan.

“Rata-rata yang ditangkap karena buang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya dan buang sampah di luar jadwalnya, tapi ada juga sebagian warga yang membakar bukan pada tempatnya,” kata Faisal lagi.

Memang, lanjutnya, ada juga sebagian warga sadar membuang sampah pada tempatnya karena di jalan-jalan protokol, jumlah tumpukan sampah sudah berkurang mengingat warga yang biasanya membuang sampah ke lingkungan ketakutan karena banyak warga terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Namun, mereka akan terus melakukan pengawasan karena bisa jadi warga hanya berpindah tempat membuang sampah sembarangan.

Terakhir dijelaskan, bahwa warga yang terjaring OTT dikenakan denda minimal Rp250 ribu hingga Rp10 juta sesuai berat dan jenis sampah yang dibuang. (ded)

(Visited 45 times, 1 visits today)