Emak-emak Pusing, Harga Cabai Masih Tinggi

Harga cabai masih tinggi di sejumlah pasar tradisional di Bayuaji. Dedi

Harga cabai masih tinggi di sejumlah pasar tradisional di Bayuaji. Dedi

BATUAJI (HK) — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional seperti di Batuaji dan Sagulung, masih tinggi.

Pantauan di pasar Fanindo dan SP Sagulung, Rabu (26/6), si pedas masih dijual Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram. Harga ini pun sangat memberatkan warga. Padahal sebelumnya harga cabai berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram.

Diketahui dari salah satu pedagang pasar SP Sagulung menyatakan bahwa kenaikan harga cabai ini disebabkan banyaknya petani mengalami gagal panen, akibat cuaca buruk sehingga pasokan cabai di pasar berkurang dratis.

Meski harga cabai tak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia, namun kondisi ini tetap saja memberatkan masyarakat. Karena kenaikan harga cabai juga dibarengi kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

“Iya masih lumayan mahal mas,” kata Rahmawati di pasar Sentosa Perdana (SP) Sagulung pagi tadi

Christina, salah satu pembeli di Pasar SP pun mengeluh. Meski demikian ia tetap membeli cabai yang merupakan salah satu kebutuhan memasak. Hanya saja demi menyiasati mahalnya harga cabai, ia hanya membeli seperempat kilogram dari biasanya membeli sebanyak satu kilogram.

“Ya saya kan harus membeli kebutuhan lainnya,” ujarnya saat belanja kepada awak media.

Winawati, warga lainnya yang terdampak atas kenaikan harga cabai hanya berharap pemerintah bisa menurunkan harga cabai dan harga kebutuhan pokok yang cenderung juga naik.

“Masih mahal harga cabainya mas. Makanya mau belanja pun masih bingung karena serba mahal semua kebutuhan pangan ini. Jadi kami berharap pemerintah bisa menurunkan harga cabai yang masih tinggi ini,” harapnya. (ded)

(Visited 19 times, 1 visits today)