Ketua PPIH Batam: Kami Siap Beri Layanan Terbaik

Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Batam, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, mendapat selamat dari Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, H. Muhajirin Yanis, saat pelantikan PPIH Batam di Wisma Batam, Rabu (26/6/2019) (istimewa)

Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Batam, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, mendapat selamat dari Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, H. Muhajirin Yanis, saat pelantikan PPIH Batam di Wisma Batam, Rabu (26/6/2019) (istimewa)

  • PPIH Embarkasi/Debarkasi Batam Musim Haji 1440 H Dilantik

Batam (HK) – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, H. Muhajirin Yanis melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Batam musim haji 1440 H/2019 M. Pelantikan dilaksanakan di Wisma Kemenag Batam, Rabu (26/6/2019). Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala KKP Batam, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bandara Hang Nadim Batam, perwakilan Saudi Arabian Airlines dan lain sebagainya.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri yang juga Ketua PPIH Embarkasi/Debarlasi Batam, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, saat pelantikan mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah ibadah penyempurna dari Rukun Islam.

“Karena itu, Insya Allah, PPIH Batam akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Tujuannya agar jamaah bisa merasa nyaman,” ucap Dr. Drs H. Mukhlisuddin, SH, MA.

“Kami bersyukur telah dilantik hari ini untuk meraih nilai-nilai yang penuh keberkahan dalam memberi layanan para Jamaah Calon Haji,” ucapnya lagi.

Ketua PPIH Batam menjelaskan, untuk musim haji 1440 H/2019 ini, Embarkasi/Debarkasi Batam akan melayani 29 kloter dari Riau, Kepri, Jambi dan Kalimantan Barat.

“Dari 29 kloter tersebut, kloter dari Riau dan Jambi masuk dalam Embarkasi Antara. Dengan begitu, mereka tidak masuk asrama haji Batam dan hanya transit untuk melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci,” paparnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Ketua PPIH Batam kembali mengingatkan soal Asrama Haji Batam. Dikatakannya, hingga kini PPIH Batam harus menyewa Asrama Haji pada BP Batam.

“Selama ini beberapa opsi sudah dipikirkan agar Embarkasi Batam memiliki Asrama Haji sendiri. Ini sudah menjadi harapan masyarakat empat provinsi ini,” katanya lagi.

“Meskipun begitu, kami tetap berkomitmen pelayanan haji Embarkasi Batam tahun ini jauh lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, Muhajirin Yanis, dalam arahannya mengatakan persoalan dalam pelaksanaan ibadah haji selalu berulang karena meski panitia adalah orang lama.

“Namun, jamaah haji yang dilayani adalah jamaah baru yang bisa jadi baru pertama kali pergi haji, jadi sama seperti mengisi bensin dari nol,” ucapnya.

“Perlu membangun komitmen bersama agar kita bertanggung jawab, karena kita dipantau oleh masyarakat,” ujar Muhajirin Yanis.

Dijelaskannya, sesuai rencana perjalan haji, jadwal awal kloter pertama berangkat pada 7 Juli 2019.

“Karena ada penambahan kuota berdampak kepada jadwal pemberangkatan yang semula tanggal 7 menjadi tanggal 5 masuk asrama dan tanggal 6 berangkat ke Tanah Suci. Kloter I Embarkasi Batam berangkat pukul 06.00 pagi,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan tahun ini ada inovasi ibadah haji yaitu adanya peningkatan layanan.

“Ini karena lebih kurang 60% jamaah beresiko tinggi. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah soal menu makanan jamaah,” tambahnya.

Muhajirin Yanis juga mengatakan saat ini diberlakukan sistem baru dengan penempatan wilayah sistem zona. Jamaah Embarkasi Batam akan ditempatkan di satu lokasi di Sisyah. Gunanya untuk memudahkan kontrol terhadap jamaah.

“Biasanya jamaah haji yang sudah tua mudah mengalami disorientasi, jadi, jika kesasar langsung dibantu. Saya ingatkan petugas jangan menghindari dari tugasnya. Oleh karena itu Ketua Kloter harus dari Kemenag supaya ada tanggung jawab dan kita mudah mengontrolnya,” ucapnya.

Dia juga mengatakan konsumsi jamaah selama berada di Arab Saudi akan menikmati selera nusantara. Pola makan jamaah yang diterapkan adalah 2 kali telur, 3 kali daging, 4 kali ayam dan 5 kali ikan.

“Yang sudah dikondisikan saat ini ikannya ikan patin. Kebutuhan konsumsi ikan selama musim haji akan mencapai 600 ribu ton, namun kita baru siapkan sekitar 300 ribu ton, artinya masih kurang. Sedangkan permintaan ikan untuk masyarakat Arab Saudi sendiri setahun mencapai 30 ribu ton. Jadi sebenarnya ini peluang bisnis yang besar juga”, pungkas Muhajirin Yanis.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan meal test sajian untuk jamaah haji selama di pesawat. (fhy)

(Visited 37 times, 1 visits today)