NK Minum 20 Butir Pil Penggugur Kandungan, Pelaku Peragakan 13 Adegan

6. NK peragakan satu persatu gerakan yang akhirnya menyebabkan dua anak kembarnya yang baru lahir langsung meninggal dunia. DEDI/haluan kepri

BATUAJI (HK) — Jajaran Kepolisian sektor Batuaji gelar rekontruksi terkait pembunuhan dua bayi kembar di Perumahan Permata Puri 1 RT1/RW19 blok A No 12A, Batuaji, Rabu (26/6) pagi.

Dalam adegannya, pelaku Nilu Kentari (NK) memperagakan 13 adegan dihadapan polisi serta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Dalam adegan itu juga warga setempat menyaksikan bagaimana cara pelaku melahirkan kedua bayinya.

Di hadapan polisi, pelaku memperagakan satu persatu hingga 13 adegan. Namun di adengan pertama hingga ke 5, NK (24) dahulu meminum obat penggugur kandungan secara berulang-ulang.

Parahnya, hingga 20 butir pil merek Cytotec yang diminum dalam hitungan menit. Obat penggugur kandungan yang dibelinya melalui online.

Setelah minum obat penggugur tersebut, perut pelaku pun mengalami rasa sakit hingga berjam-jam. Tak lama itu, Nilu pun melahirkan bayi pertamanya berjenis kelamin perempuan sendirian di kamar kontrakannya.

“Saat lahir bayi saya itu, saya sempat ratapi wajahnya. Lalu saya balut pakai kain dan saya letakkan di atas kasur,” ujar Nilu saat rekontruksi saat itu.

Kemudian di adegan ke 7, Nilu langsung berdiri dan menggendong bayinya. Lalu bayi mungil tersebut di masukkan ke dalam ember hitam. Ember berisi bayi itu pun di letakkan begitu saja di dalam kamar.

“Sebelum memasukkan ke ember, saya sudah memotong tali pusarnya pakai pisau,” ungkapnya.

Karena merasa kesakitan, Nilu kembali tidur. Namun pada adengan ke 8, perut Nilu pun kembali merasa sakit. Selang itu juga, bayi keduanya berjenis kelamin laki-laki lahir. Lalu bayi itu diletakkan begitu saja di atas kasur.

Setelah itu, di adegan ke 9, Nilu mulai chating dengan Melani, saksi sekaligus teman satu kos. Selanjutnya di adegan 10, Melani mengintip kamar Nilu dan melihat bayi di atas kasus Nilu.

Sedangkan untuk adengan 11 dan 12, dua bayi kembar itu sudah mulai diketahui warga sekitar. Dan adegan 13 Nilu serta kedua bayinya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, namun kedua bayi tersebut tidak tertolong lagi.

Pada saat adegan pertama hingga 13, Nilu tak memperagakan adanya kekerasan kepada kedua bayinya. Tapi hasil visum dari dokter porensik, di kepala kedua bayi di temukan tanda kekerasan hingga menyebabkan dua bayi meninggal.

“Memang di dalam adegan ini tak ada di peragakan kekerasan kepada kedua bayinya. Sebab Nilu tak mengaku membunuh kedua bayinya, namun hasil otopsi ditemukan tanda kekerasan hingga tengkorak kepala bayi retak,” ucap kaposlek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Dia juga mengatakan, reka ulang ini dilakukan untuk melengkapi berkas-berkas hendak dikirim ke Jaksa, dimana bila ada yang masih kurang lengkap berkasnya supaya bisa dilengkapi kembali. (ded)

(Visited 56 times, 1 visits today)