Orangtua Bentak Guru dan Kepsek ,Tak Terima Anaknya Ditolak PPDB Zonasi

FOTO BERSAMA - Kepsek SMPN 4 Batam, Dra Desmizar, Kepsek SMPN 30, Nyorita SPd, Kepsek SMPN 10, Apridal SPd, dan Dewan Pendidikan, Haryanto, foto bersama sebelum rapat antara Walikota Batam, Rudi SE, bersama orang tua calon siswa yang tidak diterima pada PPDB zonasi, beberapa hari lalu. Berdasarkan kesepakatan, calon siswa tidak diterima sebagian diakomodir SMPN 4 dan SMPN 30 Btam, serta masuk pada unit sekolah baru SMPN 62 Batam yang akan dibangun di Tanjung Buntung.

BATAM (HK) – Usai upacara bendera, hari Senin (24/6) pagi lalu, suasana di SMPN 4 Batam menjadi gaduh. Salah seorang orang tua calon siswa datang keruangan kepala sekolah dengan nada marah-marah, dan membentak-bentak guru serta Kepala Sekolah SMPN 4 Batam, Dra Desmizar. Ia menilai PPDB diselenggarakan sekolah tersebut tidak transparan, bahkan terkesan ditutup-tutupi.

Bahkan dengan nada emosi orang tua ketika itu mengancam kepsek akan dikriminalkan bila mana diketahui melakukan kecurangan pada PPDB tersebut. “Tunggu ya bu saya kriminalkan ibu bila ketahuan curang nanti,” ancam orang tua sambil berlalu usai memarahi panitia PPDB dan kepsek.

Meski ketika itu kepsek menjelaskan, bahwa PPDB diterapkan disekolahnya menggunakan sistem zonasi sesuai aturan Permendikbud no 51 tahun 2018 dengan menghitung radius jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah. Bahkan saat mendaftar juga orang tua langsung menyaksikan perhitungan jarak tersebut melalui google maps di komputer panitia. Ketika itu orang tua paham dan tak satupun yang menolak.

“Semua serba trasparan, kita buka PPDB ini tidak ada yang kita ditutupi. Bahkan orang tua juga menyaksikan hitungan jarak di komputer panitia, dan mengerti setelah dijelasnya. Kenapa sekarang tiba-tiba kita dikatakan curang segala,” ujar Desmizar.

Sementara bagi calon siswa yang ditolak saat mendaftar di PPDB, juga telah diakomodir melalui kesepakat rapat bersama antara Walikota Batam Rudi SE dengan orang tua calon siswa di Golden Parwn. Ketika itu SMPN 4 Batam menyepakati akan mengakomodir calon siswa yang tidak diterima itu sebanyak 36 orang. “Kita sudah sepakat, bahwa SMPN 4 Batam akan mengakomodir 36 calon siswa, dan sisanya akan masuk ke SMPN 62 Batam yang baru dibuka di Tanjung Buntung. Kenapa pula kita dianggap curang dan tak transparan lagi,” ucap Desmizar lagi.

Ia juga merasa sedih hampir setiap hari Panitia PPDB di SMPN 4 Batam ini dibentak-bentak orang tua calon siswa yang tidak diterima. Bahkan tak sedikit yang melontarkan kata-kata kotor. “Masa guru kita dikata-katain ‘Tidak Punya Otak Kalian Semua’ ini merupakan penghinaan terhadap guru yang tidak bersalah. Kalau orang tua mengerti, seharusnya ikuti aturan yang ada dan kesepakatan bersama, jangan memaksakan anak sudah ditolak tetap dipaksakan harus masuk ke SMPN 4 Batam ini,” kata Desmizar.

Dijelaskan Desmizar, sekolahnya tahun ini hanya menerima siswa 9 lokal sesuai dengan jumlah lokal yang telah ditinggalkan siswa kelas IX. Dari 9 lokal tersebut rencananya mau dipola 36 siswa perkelasnya. Namun dikarenakan harus mengakomodir 36 calon siswa lagi, terpaksa mempola siswa perkelasnya menjadi 40 siswaan. (men)

(Visited 55 times, 1 visits today)