Tangis Bupati Karimun Pecah Saat Putrinya Sungkeman

Bupati Karimun Aunur Rafiq saat membacakan ijab kabul kepada Gajar Septyadi. ILHAM

Bupati Karimun Aunur Rafiq saat membacakan ijab kabul kepada Gajar Septyadi. ILHAM

KARIMUN (HK)-Bupati Karimun H Aunur Rafiq dan istrinya Raja Azmah tengah berbahagia. Putri kedua mereka, Dian Rafinasari SPsi melangsungkan pernikahan

dengan Ganar Septyadi SSTP. Akad nikah berlangsung di kediaman dinas bupati di Jalan Yos Sudarso No 01 Tanjungbalai Karimun, Rabu (26/6) sekitar pukul 09.30 WIB.

Saksi nikah putri orang nomor satu di Karimun itu adalah Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Sementara, yang bertindak sebagai saksi nikah bagi mempelai pria, Wakil Gubernur Kepri, Isdianto.

Prosesi ijab kabul berjalan lancar. Mempelai pria hanya cukup satu kali membacakan ijab kabul dan langsung disahkan penghulu dan para saksi.

Usai prosesi ijab kabul, dilanjutkan dengan sungkeman kepada kedua orang tua masing-masing mempelai. Suasana haru tiba-tiba menyelimuti ruangan tengah rumah, ketika kedua pasangan pengantin satu persatu bersujud di pangkuan dan memohon doa restu kepada kedua orang tua dan sanak saudara.

Aunur Rafiq tak mampu menahan haru, pada saat buah hatinya bersujud dan memohon restu. Dia tak sanggup lagi membendung tangis, air matanya pun tumpah ketika putri bungsunya itu sungkeman, mencium tangan dan memeluk sang bapak.

Sambil melepaskan kacamata dan menyeka butiran air mata, Rafiq membisikan kalimat petuah kepada si intan payung.

Prosesi sungkeman itu, diawali dari penganten wanita kepada sang ibunda, kemudian dilanjutkan kepada bapak terus berpindah kepada ibu mertua hingga kepada mertua laki-laki. Proses tersebut juga diikuti oleh penganten pria.

Pemohonan doa restu itu juga berlanjut kepada saudara dan karib kerabat lainnya.

Setelah sungkeman, rangkaian akad nikah kedua mempelai dilanjutkan dengan acara sakral dan tepuk tepung tawar. Prosesi itu diawali dari orang tua dan sesepuh hingga berlanjut kepada orang-orang yang dihormati dalam adat. Tepuk tepung tawar merupakan bagian dari adat Melayu.

Sebelum prosesi ijab kabul, pesta pernikahan Ganar dengan Fina berlangsung dengan prosesi pernikahan purna praja. Mengingat, menantu Aunur Rafiq tersebut
merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN), Jatinangor, Jawa Barat. Pernikahan dengan nuansa Melayu itu didominasi warna kuning keemasan.

Sang Ajudan

Ganar Septyadi yang menjadi menantu Aunur Rafiq bukanlah orang asing bagi mertuanya itu. Ganar merupakan ajudannya selaku Bupati Karimun. Dia telah mendampingi Aunur Rafiq dalam menjalankan tugas-tugas kepemerintahan di Pemkab Karimun sejak beberapa tahun belakangan ini.

Ganar selama ini dikenal loyal kepada atasan dan ramah kepada masyarakat. Selain mendampingi sang bupati, Ganar juga bertugas sebagai penjembatan antara pejabat hingga masyarakat kepada sang bupati. Dengan tugas itu, makanya tak heran Ganar selalu berada disisi Aunur Rafiq, baik itu di kantor maupun di rumah.

Saat berada di rumah, Ganar tak hanya bertemu sang atasan, melainkan juga dengan keluarga lain, mulai dari istri hingga anak-anak Aunur Rafiq, termasuk dengan Dian Rafinasari. Entah karena sering bertemu, maka tumbuhlah benih-benih cinta di antara sepasang anak manusia itu.

Sekarang, hubungan Ganar Septyadi dengan Aunur Rafiq bukan hanya sebatas antara ajudan dengan bupati, melainkan juga hubungan sakral antara menantu dengan mertua. Selamat berbahagia Ganar, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. (ham)

(Visited 1,147 times, 1 visits today)