PK MA Sahkan Kepemilikan Lahan PT LAA di Galang Batang

SANTONIUS Tambunan SH MH, Humas PN Tanjungpinang.Foto/Asfanel

TANJUNGPINANG (HK) – Perjuangan panjang Yufritis Rolotan Banua, Direktur PT Libra Agrotaman Asri (LAA) akhirnya berbuah manis setelah Mahkamah Agung (MA) melalui putusan kasasi No. 1117 K/Pdt/2015 dan putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 527 PK/Pdt/2017, memutuskan LAA sebagai pemilik sah lahan yang luasnya 34 hektare itu.

Dalam salinan putusan PK MA yang dimpin hakim ketua majelis DR H Zahrun Arbain SH MH
tersebut, sekaligus membatalkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Riau No. 56/PDT/2014/PTR tanggal 22 Agustus 2014. Putusan PT Pekanbaru, Riau sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang No. 53/Pdt.G/2013/PN.TPI tanggal 19 Desember 2013.

“Benar bahwa PN Tanjungpinang telah menerima putusan PK MA terkait perkara Nomor 527 PK/Pdt/2017 yang diputus hari Selasa 3 Oktober 2017 yang isianya menolak PK dari Pemohon (PT Pulau Batu Mulia) dan Wiliyana tersebut, kemudian menghukum pada Pemohon PK untuk membayar biaya perkara dalam pemeriksaan PK tersebut,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/6)

Dengan ditolaknya kasasi PK tersebut, jelas Santonius, maka keputusan yang berlaku sekarang adalah putusan dari MA Nomor 1117 K/Pdt/2015, tertangal 17 Desember 2015

Berdasarkan salinan putusan kasasi, dan PK MA itu disebutkan, bahwa lahan itu terletak di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Kepemilikannya dibuktikan dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 10 tanggal 11 Januari 1999. HGB diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kepri (sekarang Kabupaten Bintan) tersebut berlaku hingga tahun 2029.

Pada putusan PN Tanjungpinang, Yufritis jadi pihak yang kalah dan dimenangkan PT Pulau Batu Mulia, serta Williana. termasuk putusan banding ke PT Pekanbaru, Riau. Selanjutnya, Direktur PT LAA ini mengajukan kasasi ke tingkat MA.

Dalam putusan kasasi MA tersebut, akhirnya menyatakan bahwa Yufritis Rolotan Banua, sebagai pemilik sah dari lahan seluas 34 hektare, terletak di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Namun putusan kasasi MA itu, pihak PT Pulau Batu Mulia, dan Williana tidak terima dikalahkan, kemudian mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke MA.

Oleh MA melalui putusan PK menyatakan lahan 34 hektare itu sebagai milik sah dari Yufritis. Bukan milik PT Pulau Batu Mulia, dan Williana.

“Dengan adanya putusan kasasi, dan PK dari MA tersebut, maka semua pihak yang tanpa izin Yufritis, memanfaatkan atau mengambil keuntungan di atas lahan itu, bisa digugat tegas Humas PN Tanjungpinang ini. (nel)

(Visited 137 times, 1 visits today)