Alokasi Siswa Berprestasi Ditambah, PPDB SMKN 1 Batam Buka Jalur Reguler dan Prestasi

Inilah enam jurusan yang tersedia di SMK Negeri 1 Batam, di Batuaji. NET

BATUAJI (HK) – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Batam, Muhammad Hudawi mengatakan bahwa alokasi atau kuota untuk siswa berprestasi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah tersebut ditambah pada tahun ini.

Dimana pada tahun sebelumnya hanya 5 persen, dengan adanya Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan, alokasi jalur siswa berprestasi ditambah menjadi 15 persen dari total siswa baru yang diterima di sekolah yang berlokasi di Batuaji tersebut.

“Untuk jalur prestasi kita memberikan alokasi 15 persen dari jumlah siswa yang diterima,” ungkapnya ke Haluan Kepri, Kamis (27/6).

Selain itu, penerimaan calon siswa baru yang akan dimulai pada Senin, 1 Juli mendatang tidak memakai sistem zonasi seperti di SMA. Karena pihak sekolah sendiri masih melalui sistem regular, prestasi dan perpindahan orang tua.

“Untuk zonasi SMK tak ada, kita masih sistim regular dan prestasi serta perpindahan orangtua. Dan setiap calon siswa boleh memilih 3 jurusan yang berbeda,” ujarnya.

Untuk tes penerimaan nantinya akan berdasarkan bakat dan minat calon peserta didik. Jadi tahapannya siswa akan di uji dari sistem online dan wawancara. Selain itu juga ada pengenalan dasar jurusan, pengetahuan tata tertib sekolah, test bahasa inggris serta mengecek rapor semester ganjil (semeter 1,3 dan 5).

Untuk rapor semester ganjil, ia pun menjelaskan, nilai pada semester ini merupakan nilai real yang cukup berbeda dengan nilai pada semester genap. Dan ini merupakan kriteria khusus dan tersendiri yang dimiliki oleh SMKN 1 Batam.

“Nantinya, calon siswa itu menyerahkan bukti fisik, seperti kertas yang berdasarkan nomor antrian tes verifikasi yang didownload di website sekolah yang telah di print-out,” jelasnya.

Ditambahkan dia, pihakya akan tetap membuka 6 jurusan dengan kriteria dan syarat pemerimaan. Jadi diharapkan masyarakat memahami ketentuan PPDB yang sudah sudah didesain oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dijadikan acuan.

Muhammad Hudawi juga mengatakan, untuk ke 6 jurusan tersebut jurusan Teknik Mesin, dengan total sebanyak 72 siswa untuk 2 ruang belajar. Kemudian, teknik Pengelasan diterima 36 siswa dengan 1 ruang belajar dengan lama jangka waktu sekolah yakni 3 tahun.

Selanjutnya, jurusan Elektronika Industri dengan kuota calon peserta didik sebanyak 72 orang untuk 2 ruang belajar. Dan untuk jurusan Mekatronika akan dibagi 2 kelas yakni reguler dan industri.

Dimana Mekatronika regular akan menerima 36 orang calon peserta didik untuk 1 kelas dan untuk Mekatronika Industri yang bekerja sama dengan PT. Epcos, akan menerima 20 orang siswa baru yang dipersiapkan untuk magang di perusahaan tersebut, sesuai dengan ketentuan perusahaan itu dengan masa belajar 4 tahun. Jadi semuanya ada 56 orang.

Sementara untuk jurusan Teknik Otomasi Industri reguler dengan peruntukan 1 kelas, juga akan menerima 36 orang calon peserta didik baru. Sedangkan, jurusan Teknik Otomasi Industri yang bekerja sama dengan PT. Schneider Electric Manufacturing, menerima calon peserta sebanyak 20 orang dengan lama sekolah 4 tahun, setara D1 jadi totalnya ada sebanyak 56 orang.

Yang terakhir, teknik Komputer dan Jaringan reguler menerima 36 calon peserta didik baru. Sementara teknik Industri dan Jaringan yang bekerja sama dengan PT. Axio akan diterima sebanyak 20 orang, dengan lama sekolah 3 tahun

“Jadi, total semua peserta didik baru ada sebanyak 348 orang untuk 6 jurusan. Semoga kententuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah ini, bisa diterima oleh warga Batam dan jangan memaksakan anaknya apabila anaknya tak lolos, karena itu sudah sesuai kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (ded)

(Visited 65 times, 2 visits today)