Kemenkomaritim Tetapkan Satu Titik Pelabuhan Bongkar Muat

(yudi/haluankepri.com)

(yudi/haluankepri.com)

ANAMBAS (HK) – Salah satu titik di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) akan dikembangkan menjadi pelabuhan bongkar muat oleh pemerintah pusat. Pasalnya kabupaten termuda di Kepri ini memang membutuhkan pelabuhan bongkar muat karena pelabuhan yang ada saat ini tidak lagi reperesentatif.

Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim), DR.Ir. Rahman Hidayat mengatakan, kedatangannya ke KKA mengemban misi khusus dalam mengembangkan pelabuhan didaerah itu.

“Kita punya tugas khusus kesini, dulu jauh sebelum tahun 2016 datang, pada tahun 2011 ketika BPPT melakukan survei, banyak aspek yang dapat dikembangkan di Anambas,” ujar Rahman, Jumat (28/6/2019).

Ia mengungkapkan, saat datang kembali pada 2017, pihaknya lebih spesifik lagi dengan mensinkronkan kebutuhan konektivitas yang diintegrasikan dalam pengembangan wilayah di Anambas.

“Memang ada kebutuhan di Anambas yang urgen yakni pengembangan pelabuhan, dan ada salah satu titik yang paling reperesentatif untuk dibangun pelabuhan,”jelasnya.

Sayangnya Rahman enggan menyebutkan titik mana yang akan dibangun tersebut. Namun demikian ia merincikan kriteria-kriteria tersebut secara gamblang.

“Secara tekhnis, daerah itu adalah yang paling bagus, karena sepanjang tahun tidak ada gelombang, dalam interland relatif masih kosong, belum banyak penduduk, namun akses belum ada. Jadi dibawa PUPR untuk menyiapkan akses jalan agar terkonek,”bebernya.

Ia menyampaikan, bahwa diperhubungan laut Kementrian Perhubungan menyambut baik hal itu, bahkan telah menyiapkan studi awal (FS) untuk rencana kedepan agar pelabuhan bongkar muat dapat dilaksanakan disana.

“Bisa kita bayangkan, apabila pelabuhan bongkar muat disana, sehingga pelabuhan lama tetap dipertahankan sebagai pelabuhan penumpang. Dengan penambahan revitalisasi pelabuhan lama tetap menjadi kota tua dan tidak dipaksa untuk dikembangkan lagi,” urainya.

Ia menceritakan, bahwa hal ini telah disampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD pada tahun 2017 silam.

“Kita berharap, dalam waktu dekat Bupati dapat ke Dirjen Perhubungan Laut untuk melakukan audiensi sehingga statusnya dapat ditetapkan, dan proses berikutnya akan segera bergulir, dan langsung berjalan. Satu kata kunci pembangunan disuatu daerah adalah lahan,” tutupnya.(yud)

(Visited 39 times, 1 visits today)