Lansia Dimudahkan Urus Paspor

Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Karimun, Kristian. (ILHAM/Haluan Kepri)

KARIMUN (HK)-Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun memberikan kemudahan pengurusan paspor bagi orang lanjut usia (lansia), ibu hamil dan orang yang tengah menderita sakit. Kemudahan yang diberikan Imigrasi itu yakni tidak perlu ikut mendaftar melalui antrean paspor online (Apapo).

“Kami memberikan kemudahan pengurusan paspor bagi lansia, orang sakit dan ibu-ibu hamil. Mereka tidak perlu ikut mendaftar melalui apapo,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Darmunansyah melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Kristian, kemarin.

Kata Kristian, bagi ketiga kriteria tersebut hendak mengurus paspor, mereka hanya cukup datang ke Kantor Imigrasi Karimun, kemudian melapor kepada petugas dan menjalani pemeriksaan. Kalau berkas persyaratannya dinyatakan lengkap maka akan langsung dibantu dalam pengurusan paspor.

Menurut Kristian, orang yang dikategorikan lanjut usia itu telah berumur di atas 60 tahun, kemudian bagi yang sakit dia hanya mampu berjalan menggunakan kursi roda dan terakhir memang wanita yang tengah hamil. Dengan adanya kemudahan yang diberikan itu, maka akan mempersingkat waktu pembuatan paspor.

“Setelah mereka mendatangi kantor, kemudian berkasnya diperiksa dan dinyatakan lengkap. Sebenarnya satu hari setelah mereka datang ke kantor paspor mereka sudah bisa dikeluarkan. Hanya saja, kadang terkendala di pembayaran kode billing yang sebagian diantara mereka ada yang lambat bayar,” ujarnya.

Dijelaskan, kalau pemohon paspor yang diberikan dispensasi tersebut bisa langsung menyelesaikan pembayaran kode billing ke bank yang telah ditunjuk, maka pengurusan paspor bagi mereka hanya butuh waktu satu hari setelah mendatangi kantor. Namun, jika dikaji sesuai standar operasional prosedur butuh waktu tiga hari baru selesai.

Kristian menyebut, dengan adanya kemudahan dan kepastian hukum yang diberikan Ditjen Imigrasi kepada masyarakat yang mengurus paspor, maka diharapkan kepada pemohon agar jangan menggunakan jasa calo lagi. Apalagi, dengan adanya aplikasi apapo pada saat pendaftaran.

“Jadi dengan adanya kepastian hukum, maka masyarakat jangan perlu juga mengurus paspor melalui calo, coba aja datang sendiri. Waktu masih menggunakan anjungan paspor mandiri (APM) berjalan dulunya, calo itu cuma memasukkan ke APM saja. Hanya saja, kita tak bisa melarang, karena kita tak mengetahui juga apakah yang mendampingi itu calo atau saudara mereka,” jelasnya.

Dikatakan, pada prinsipnya antara Apapo dengan APM yang dulu sama saja. Hanya untuk menentukan, hari atau tanggal dan jam berapa mereka mau datang ke kantor. Namun, kelebihan lain menggunakan sistem apapo adalah pendaftaran bisa dilakukan di rumah masing-masing tanpa harus mendatangi kantor Imigrasi.

Bukan hanya itu, ungkap Kristian, kemudahan lain yang diberikan Imigrasi adalah bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone sehingga tidak bisa mendaftar melalui apapo. Maka pihaknya meminta masyarakat untuk tetap datang ke kantor dan dilayani dengan cara seperti biasa.

“Semua kita akomodir, bagi yang tidak memiliki smartphone dan datang ke kantor Imigrasi tetap dilayani. Pertimbangannya, jika ada orang pulau yang datang mengurus paspor namun tak punya smartphone tetap kita bantu pembuatan paspor dengan cara manual tanpa dikenakan biaya apapun. Saya jamin tak ada bayar di kantor, kecuali pembayaran kode billing di bank,” pungkasnya. (ham)

(Visited 95 times, 1 visits today)