Nelayan Bintan Diciduk Bareskrim Mabes Polri

KEPALA Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, Sigit Prabowo.Foto:OXY/Haluan Kepri

BINTAN (HK) – Indra (39) alias In bin Bakri yang diciduk Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri pada 1 Juni 2019 lalu, ternyata warga Bintan. Pria itu berprofesi sebagai nelayan.

Hal ini dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, Sigit Prabowo, Jumat (28/6) siang.

Indra digiring karena diduga sebagai pembawa dan penyimpan sabu-sabu seberat 54 kg asal Malaysia yang ditemukan petugas Mabes Polri ditanam di Pulau Alang Bakau Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang.

“Rujukan pasal dari Mabes Polri yaitu Pasal 87 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dan surat keterangaan status barang sitaan narkotika sudah saya tandatangani pada 7 Juni kemarin,” ungkap Sigit.

Sigit menyebutkan, tersangka merupakan kelahiran Pulau Alang, tempat dimana sabu-sabu itu disimpan. Selama di Bintan, tersangka tinggal di Rt 3 Rw 2 Desa Dendun Kecamatan Mantang.

“Berkasnya kemungkinan bulan Juli kita terima dari Mabes Polri,” timpalnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (1/6) lalu, sekira pukul 05.00 WIB, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri mendapat informasi di Pulau Alang Bakau, Kecamatan Mantang, ada penyelundupan narkoba jenis sabu dari Malaysia.

Hal ini terungkap saat press rilis yang dilakuman di Mabes Polri, Kebayoran Lama Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan anggotanya lalu melakukan penyelidikan dan mendapati adanya seseorang yang dicurigai mengendalikan peredaran narkoba dari Pulau Alang Bakau.

“Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mengambil sabu dari seseorang bernama Dullah, yang berada di Malaysia. Saat ini Dullah masih menjadi DPO. Tim lalu pergi bersama tersangka ke Pulau Alang Bakau, tempat disimpannya narkoba ini, dengan speedboat,” jelas Eko.

Eko menyampaikan di lokasi tersebut polisi menemukan dua tas hitam besar berisi 54 bungkus kemasan teh. 54 bungkus teh tersebut masing-masing berisi satu kilogram sabu.

“Tasnya dikubur dan diberi tanda seperti ditancapkan kayu. Tersangka diberi upah Rp 40 juta sekali jalan dari Johor, Malaysia ke Pulau Alang Bakau. Tim berhasil mengamankan 54 kilogram sabu di Pulau Alang Bakau,” ujar Eko.(oxy)

(Visited 84 times, 1 visits today)