by

PN Tpi Tunda Eksekusi Lahan, Warga Sempat Bersitegang

BINTAN (HK)- Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menunda proses eksekusi lahan yang di klaim milik Mawardi di Jalan Sungai Datok Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (27/6) siang.

Situasi sempat tegang, saat perwakilan PN Tanjungpinang hendak membacakan penundaan eksekusi lahan yang berada persis di depan Masjid Al-Hasanah Kijang. Sebab, Nita Anas (45) istri Mawardi, merasa kecewa dengan langkah yang diambil pihak PN Tanjungpinang.

“Saya kecewa dengan pengadilan, kenapa harus ditunda lagi eksekusinya,” ucap Nita penuh kekecewaan.

Di lain pihak, Juraemi yang diwakili kuasa hukumnya, Muhammad Firdaus menerangkan, kalau pihaknya sudah melayangkan surat keberatan atas eksekusi yang akan dilakukan PN Tanjungpinang. Alasannya, lahan tersebut masih bersengketa.

“Kita sudah melayangkan surat keberatan, berkenaan dengan objek perkara yang sama dan barang bukti yang digunakan penggugat, dua surat berbeda dengan 1 sumber yang sama,” ungkap Firdaus.

Menurutnya, lahan yang benar yakni 25×25 meter persegi bukan 50×50 meter persegi. Sehingga, bila diukur rumah dan lahan kliennya tidak masuk dalam lahan yang diklaim pihak Mawardi.

“Ini pernah kita laporkan secara pidana, sebab surat yang digunakan itu palsu. Pernah kita laporkan ke Polsek dulu,” timpalnya.

Berkenaan dengan itu, Firdaus menegaskan, harusnya pihak PN Tanjungpinang mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengeksekusi lahan kliennya. Sebab, ada perkara pidana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Untuk yang pidananya masih di tingkat kasasi Mahkamah Agung. Selagi belum ada putusan yang ingkrah, tentunya harus ditunda dulu eksekusi ini,” kata dia.

Situasi saat itu sempat memanas, beruntung aparat gabungan TNI-Polri di lapangan berhasil mendinginkan situasi sehingga tak terjadi keributan.

Panitra Muda PN Tanjungpinang, Heri Harsanto menuturkan bahwa pada hari ini tanggal 27 Juni 2019, Pengadilan Negeri Tanjungpinang akan melaksanakan pengosongan sesuai dengan surat yang telah dibacakan oleh juru sita.

“Namun setelah berkordinasi dengan pihak keamanan, yang dimaksud pihak kepolisian dan TNI proses penyitaan dan pengosongan untuk sementara waktu ditunda sampai waktu yang ditentukan,” ucapnya.

Ada pun alasan ditundanya pengosongan, merupakan rekomendasi pihak keamanan. Hal itu dilakukan demi keamanan dalam proses pengosongan.

“Alasannya kita lakukan penundaan karena demi keamanan dalam proses pengosongan rumah,” ucapnya.

Heri juga menyebutkan, bahwa dengan dilakukannya penundaan eksekusi pengosongan rumah, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan untuk proses selanjutnya. (oxy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed