Polres Bintan Musnahkan Sabu Senilai Rp1 Miliar

Pelaku menyaksikan pemusnahan yang sudah dilarutkan ke dalam air panas dan dibuang ke selokan depan Mapolres Bintan, Jumat (28/6) pagi. Oki Alexander

Pelaku menyaksikan pemusnahan yang sudah dilarutkan ke dalam air panas dan dibuang ke selokan depan Mapolres Bintan, Jumat (28/6) pagi. Oki Alexander

BINTAN (HK) – Barang bukti narkoba jenis sabu hasil tangkapan Satres Narkoba Polres Bintan pada awal bulan Juni akhirnya dimusnahkan, Jumat (28/6) pagi di Mapolres Bintan.

Pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan barang haram itu ke air panas di dalam baskom disaksikan Kejari Bintan Sigit Prabowo dan Kasat Narkoba Polres Bintan AKP Nendra Madya Tias.

Sebelum dimusnahkan, kristal haram yang ditaksir bernilai Rp1 miliar itu diuji keasliannya dengan narkotest di depan hadapan sejumlah awak media. Dari 19 kantong, 3 diantaranya diambil sebagai sample untuk diuji keaslian sabu-sabu tersebut dengan narkotest. Hasilnya sabu-sabu itu berubah warna menjadi biru yang artinya sabu tersebut asli.

Setelah itu, 19 kantong sabu langsung dilarutkan ke dalam air panas, sabu-sabu yang sudah cair itu kemudian dibuang ke selokan depan Mapolres Bintan.

Tersangka Novy Opriyandi (35) juga ikut menyaksikan pemusnahan barang haram miliknya dan ikut membuang sabu-sabu itu kedalam selokan.

AKP Nendra Madya Tias menjelaskan, dari 944,54 gram berat bersih sabu-sabu yang menjadi barang bukti, hanya 742,68 gram yang dimusnahkan. Sisanya dipergunakan untuk kepentingan uji labor.

Ia mengatakan, barang haram itu ditemukan bersama tersangkanya saat berada di wisma tepi laut Tanjungpinang di Jalan Usman Harun pada Jumat (7/6) lalu.

“Barangnya mau dibawa ke Palu dari Batam,” kata Nendra.

Sejauh ini, pihaknya masih mendalami keterangan tersangka terkait keterlibatan seorang napi Lapas Barelang Kota Batam yang diduga sebagai otak peredaran narkoba antar provinsi tersebut.

Tersangka, kata dia, memanfaatkan momen arus balik lebaran kemarin untuk membawa sabu-sabu dari Bintan menuju Kota Palu. Ternyata, tersangka memang sudah incaran polisi.

“Sebelumnya pernah ditangkap Polresta Barelang, tapi dilepas karena tak ada barang bukti,” ungkapnya.

Tersangka yang merupakan warga Tanjungpinang itu terancam akan menghabiskan sisa hidupnya dibalik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 112 ayat 2 subsider 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup. (oxy)

(Visited 34 times, 1 visits today)