by

Ribuan Warga Keluhkan Fasilitas Ruang Tunggu Pelabuhan Batu Ampar

BATAM (HK) – Ribuan masyarakat calon penumpang KM Kelud milik Pelni tujuan Belawan di pelabuhan Domestik Batu Ampar kecewa terhadap fasilitas pelabuhan Batu Ampar.

Hal itu dikarenakan ruang tunggu keberangkatan di pelabuhan itu sangat minim sekali sehingga membuat para penompang sangat tidak nyaman dan kepanasan ditengah teriknya matahari.

Erawati, warga Batu Aji salah satu penumpang Kelud milik Pelni tujuan Belawan mengatakan, dia sangat kecewa dan prihatin melihat kondisi ruang tunggu pelabuhan itu, karena dia bersama anak-anaknya tidak mendapatkan tempat duduk dan bahkan panas-panas di halaman ruangan keberangkatan di pelabuham itu.

“Pelabuhan ini seperti lapangan bola saja mas, ruang tunggu tidak memadai dan tidak ada fasilitasnya. Saya rasa semua orang pasti kecewa kalau begini,” ucap Erawati kepada Haluan Kepri, Jumat (28/6) sore.

Hal senada dikatakan Reliati, bahwa kapal Kelud yang akan ditompanginya itu akan berangkat pukul 16.00 WIB namun pelabuhan itu sudah ramai dan dipadati oleh masyarakat dari pukul 14.00 WIB.

“Katanya berangkat pukul 16.00 mas, tapi sekarang sudah pukul 17.00 belum juga berangkat. Ruang tunggu tidak ada, kapalnya pun juga telat. Kalau ruag tunggunya memadai dan bagus tidak masalah bagi kita telat, tapi ini kayak ikan asin saja kami berjemur disini,” ungkap perempuan asal Medan itu.

Reliati berharap pemerintah atau instansi terkait agar segera memperhatikan dan memperbaiki ruang tunggu di pelabuhan itu, karena di pelabuhan Batu Ampar itu saat ini para penompang kalau panas kepanasan dan kalau hujan akan kehujanan, disebabkan ruang tunggunya tidak memadai.

“Kalau di Belawan ruang tunggunya nyaman bagat dan dan berteduh, dan lantainya keramik bahkan ada asenya lagi, beda sekali dengan disini. Kalau di Belawan itu kalaupun kita duduk dibawah tidak masalah dan tidak kotor pakaian kita,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau pemerintah tidak mampu dan bisa memperbaiki ruang tunggu di pelabuhan itu sebaiknya dipindahkan saja lagi palabuhan Pelni itu ke pelabuhan Sekupang, karena menurutnya kalau dengan keadaan ruang tunggu seperti sekarang ini sangat menyiksa masyarakat.

“kalau di Sekupang itu kan bagus, ruang tunggunya ada dan nyaman, sehingga walaupun kapal telat datang masayarakat tidak susah seperti ini,” ungkapnya peremupuan yang juga asal Medan itu.

Sementra itu, Kepala Cabang (Kacab) Pelni Batam, Sugiyanto mengatakan bahwa terkait adanya sedikit keterlambatan keberangkatan kapal Kelud tujuan Belawan itu ialah dikarenakan kapal yang dari Belawan datang ke Batam sedikit terlambat datangnya.

“Kapal yang dari Belawan telat datang dikarenakan dalam perjalanan angin sangat kencang dan membuat gelombang besar, tapi terlambatnya warjar kok, yakni lebih kurang 1 hingga 2 jam saja,” ucap Sugiyanto.

Dijelaskanya bahwa terkait komplennya masyarakat tentang kondisi ruang tunggu di pelabuhan itu bukanlah wewenang dia dan bukan tanggung jawab dari pihaknya, akan tetapi adalah BP bagian laut.

“Terkait fasilitas pelabuhan dan terminal itu adalah domainnya BP laut, karena itu adalah punya mereka. Pelni juga sudah membayar pas penompang kepada BP laut. Jadi segala sesuatunya BP laut yang akan bertanggung jawab untuk fasilitas kenyamanan penumpang,” bebernya.

Tigaskannya bahwa hal terkait fasilitas dan keluhan masyarakat itu sudah sering disampaikannya kepada pihak BP laut bahkan juga sudah dibahas dengan Menteri Perhubungan (Menhub) beberapa waktu lalu tapi hingga saat ini masih belum ada perbaikannya.

“Kita berharap hal ini agar segera terealiasi, setidaknya mendekati hal layaknya domestik atau seperti pelabuhan internasional yang ada di Sekupang,” bebernya. (Cw64)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed