Soal Penutupan Jalan ke Mega Sedayu, Warga Mengadu ke DPRD

Terima Warga-DPRD Karimun menerima kunjungan perwakilan warga perumahan Mega Sedayu. Warga meminta DPRD mediasi ke PT Timah. ( ILHAM/Haluan Kepri)

KARIMUN (HK)-Warga perumahan Mega Sedayu di kawasan PN, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing berharap agar DPRD Karimun bisa menjembatani mediasi antara warga dengan PT Timah Tbk terkait penutupan akses jalan ke perumahan di samping RSBT Karimun oleh PT Timah belum lama ini.

“Kami berterima kasih kepada pimpinan DPRD bersama anggota Komisi III yang telah turun ke perumahan kami untuk mendengar langsung keluhan warga di sini terkait penutupan akses jalan masuk ke perumahan kami. Tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan solusi dari kunjungan dewan kemarin. Kami berharap dewan bisa jadi mediator dengan PT Timah,” ungkap Anto, warga perumahan Mega Sedayu, Kamis (27/6).

Kata Anto, melalui kelembagaannya, DPRD Karimun bisa menjadi jembatan untuk mempertemukan antara warga dengan perwakilan PT Timah terkait penutupan akses jalan tersebut. Dia berharap, dewan juga bisa memberikan jalan keluar terbaik tanpa harus merugikan kedua belah pihak.

“Kalau ditanya permintaan, kami tetap berharap agar jalan yang sekarang kami pakai sebagai akses masuk ke perumahan Mega Sedayu tetap dibiarkan. Karena jalan itu memang sudah ada sejak dulunya berupa jalan setapak. Selain itu, luas tanah di jalan itu juga tidaklah besar,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah warga Perumahan Mega Sedayu, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing kembali mendatangi Kantor DPRD Karimun untuk mempertanyakan kasus penutupan akses jalan ke perumahan mereka oleh PT Timah Tbk. Perumahan itu hanya berjarak sepelemparan batu dari gedung wakil rakyat di Jalan Canggai Puteri itu, Senin (24/6).

Kedatangan warga tersebut diterima langsung Ketua DPRD Karimun HM Yusuf Sirat di ruangan Badan Musyawarah (Banmus). Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah anggota Komisi III DPRD Karimun yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup. Kepada wakil rakyat, warga mengadukan soal akses penutupan jalan yang dilakukan PT Timah.

Usai mendengar keluh kesah warga, Ketua DPRD Karimun HM Yusuf Sirat bersama sejumlah anggota Komisi III DPRD Karimun seperti Zainuddin Ahmad, Rasno, Nyimas Novi Ujiani, M Taher dan anggota dewan lainnya turun ke lokasi perumahan dan melihat langsung akses jalan yang pernah ditutup PT Timah.

“Hari ini (kemarin,red) kami tinjau ke lapangan bersama Komisi III untuk melihat langsung kondisi jalan yang dipermasalahkan oleh warga bersama PT Timah. Kalau kami lihat, jalan ini bukan hanya akses ke perumaha PT Mega Sedayu, melainkan akses ke pemukiman masyarakat yang dulunya memang sudah menggunakan jalan ini,” ungkap Yusuf Sirat di lokasi perumahan.

Menurut dia, jalan yang dipermasalahkan itu hanya memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 5 meter. Jalan itu bertepatan dengan fasilitas umum, yaitu lapangan olahraga yakni basket dan tenis. Yusuf menyebut, kalau memang jalan itu milik PT Timah, apa sebenarnya yang bisa dibangun dengan jalan sepanjang itu.

“Kita harapkan kepada PT Timah, pengembang, masyarakat setempat termasuk juga pemerintah yang mengeluarkan izin pembangunan ini kita harapkan duduk bersama-sama dan kita bicarakan atau carikan solusi terbaik. warga yang tinggal di sini adalah masyarakat Karimun juga. Jadi, mari kita carikan solusi terbaik bagi semua pihak,” tuturnya.

Sementara, Kuasa Hukum PT Timah, Edri Putra saat ditemui di lokasi sebelumnya mengatakan, alasan PT Timah Tbk menutup jalan masuk ke perumahan Mega Sedayu karena tanah menuju perumahan itu merupakan milik PT Timah. Saat ini, BUMN itu tengah menata seluruh aset yang mereka miliki.

“Jalan aspal yang dibangun menuju perumahan itu milik PT Timah. Jalan itu dibangun oleh Ahyong, selaku pemilik tanah di perumahan itu sebelum tanah itu dijual ke pengembang pada tahun 2016 silam. Waktu dia bangun jalan itu, dia tak pernah berkoordinasi dengan PT Timah,” ujar Edri.

Kemudian, kata Edri, pada Agustus 2017 pihak PT Timah membuat laporan ke polisi, kalau ada pihak yang menggunakan tanah tanpa izin yang berhak atau dugaan terjadinya penyerobotan lahan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan dilakukan gelar perkara serta pengukuran pengembalian batas lahan tersebut masuk PT Timah.

“Pihak kepolisian, kemarin juga sudah membicarakan dengan pengembang perumahan, Mega Sedayu. Intinya mereka bilang silakan ditutup. Cuma dari Ahyong sampai sekarang tak ada kejelasan. Tadi kami juga sudah ada pertemuan polisi, kata Pak Kasat Reskrim (Polres Karimun) kalau memang ini hak PT Timah silakan dipagar,” jelas Edri. (ham)

(Visited 37 times, 1 visits today)