Ada 80 Korban Sistem Zonasi di Blitar yang Belum Dapat Sekolah

Blitar (HK)- Ada sekitar 80 lulusan SMPN di Blitar Raya disebut-sebut sebagai korban sistem zonasi dalam PPDB 2019. Hingga saat ini mereka belum mendapatkan SMA untuk melanjutkan sekolah.

Empat perwakilan Forum Anak Blitar mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten Kota Blitar di Jalan A Yani. Mereka membawa laporan 80 lulusan SMPN yang belum mendapatkan SMA Negeri untuk melanjutkan sekolah.

“Hari ini kami menyampaikan keluhan teman-teman di Blitar Raya. Mereka bilang, PPDB tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Akibatnya, kami menerima laporan setidaknya 80 siswa lulusan SMPN di Blitar Raya belum mendapat SMAN sampai sekarang,” kata Ketua Forum Anak Blitar Aulia Nuramadani kepada detikcom, Rabu (26/6).

Menurut Aulia selain 80 siswa tersebut, masih banyak lulusan SMP yang tidak melapor ke forum tersebut. Bahkan ia memprediksi, ada ratusan lulusan SMPN yang belum memperoleh SMAN.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan lulusan SMP itu tinggal di Kecamatan Selopuro, Ponggok dan Wonotirto. Mereka merupakan ‘korban sistem zonasi’.

“Mereka semua terdegradasi dari zonasi. Juga tidak bisa masuk melalui jalur prestasi karena nilai UN-nya rendah. Sementara banyak di antaranya yang tidak bisa mendapatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desanya,” imbuh Natasya dari Forum Anak Kecamatan Kanigoro.

Forum Anak berharap, Dinas Pendidikan bisa membuka kembali PPDB melalui jalur offline. Agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa masuk ke SMA Negeri. Itu karena sekolah negeri dinilai lebih murah jika dibandingkan swasta.

Seperti pantauan detikcom, laporan perwakilan Forum Anak belum mendapatkan respons dari Dinas Pendidikan setempat. Pasalnya, semua pejabat tidak berada di tempat. (dtc)

(Visited 15 times, 1 visits today)