Pekerja Proyek Gurindam 12 Tewas

TANJUNGPINANG (HK)- KH (34), salah seorang pekerja proyek pembangunan Jalan Lingkar Gurindam 12, Tepi Laut Kota Tanjungpinang dikabarkan tewas pada saat melakukan pekerjaan pemancangan spunpile (tiang beton) sepanjang 12 meter seberat 4 Ton, Kamis (20/6) sekitar pukul 08.30 WIB.

Informasi diperoleh, kejadian tersebut bermula di saat pekerjaan pemancangan spunpile (tiang beton) sedang berlangsung, kemudian operator alat berat (Crane) berinisial Sy mencoba menaikkan spunpile yang terbuat dari beton sepanjang 12 meter dan berat 4 Ton pada bagian ujungnya.

Hal tersebut dengan maksud agar dapat mengganjal pada bagian bawah spunpile menggunakan kayu. Namun di saat ujung spunpile baru terangkat sekitar 5 centimeter, tiba-tiba gelombang air laut datang dan menghantam kapal tongkang sebagai alat berat bantu proses pekerjaan tersebut.

Akibatnya, alat berat (Crane) yang digunakan menjadi tidak stabil dan bergoyang, sehingga sling Crane yang menahan bagian ujung material spunpile berayun dan menyebabkan ujung sisi lain dari spunpile bergeser dan menggelinding kearah korban yang saat itu berdiri tidak jauh dari material spunpile tersebut.

“Tanpa disadari korban, ujung material spunpile langsung menghantam korban dan menyebabkan korban terpental sekitar 1 meter,” kata Ahmad Brando, perwakilan salah satu perusahaan pekerjaan proyek Gurindam 12 tersebut, sembari membenarkan adanya kejadian dimaksud kepada Haluan Kepri, Jumat (28/6).

Setelah kejadian itu, lanjut Brando, korban langsung di evakuasi oleh para pekerja lainnya untuk dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.

“Namun sekitar pukul 09.30 WIB, setelah dilakukan penanganan medis oleh pihak dokter RSUD Tanjungpinang yang bertugas saat itu, akhirnya menyatakan korban sudah meninggal dunia akibat luka dalam yang dialami korban,” jelas Brando yang juga mengaku berada di lokasi pada kejadian tersebut.

Atas kejadian tersebut, kata Brando, jenazah korban kemudian dibawa ke kampung halamannya di Binjai, Sumatera Utara, guna diserahkan kepada pihak keluarnya, melalui tanggungan dari pihak perusahaan yang mempekerjakan korban.

“Dari pihak keluarga korban sendiri setelah diberi penjelasan oleh pihak perusahaan akhirnya dapat memaklumi dan menerima atas kejadian tersebut,” ucap Brando.

Selain itu, lanjutnya, pihak perushaan juga sudah memberikan uang sagu hati kepada pihak keluarga korban, termasuk pengurusan asuransi kecelakaan kerja yang telah didaftarkan oleh pihak perusahaan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Informasi kita peroleh, kisaran asuransi yang bakal diterima oleh pihak keluarga korban nantinya sebersar Rp200 juta,” ucap Brando.

Disinggung apakah dalam proses pekerjaan tersebut, korban telah dilengkapi alat pengaman kerja sebagaimana layaknya, Brando menegaskan, hal itu jelas sudah dilakukan, termasuk melalui pengawasan ketat dari petugas perusahaan yang telah ditunjuk.

Terpisah, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, melalui Kasat Reskrim, AKP Efendri Alie membernarkan adanya kejadian tersebut.

“Sejumlah pihak terkait dari pihak pekerjaan proyek Gurindam tersebut telah kita ambil keterangan, termasuk melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) guna proses penyelidikan,” ujar Alie.(nel)