THM Sepi saat Razia Polisi

KARIMUN (HK)-Tiga lokasi tempat hiburan malam (THM) jenis pub di sejumlah hotel di Tanjungbalai Karimun menjadi sasaran razia cipta kondisi (cipkon) gabungan sejumlah satuan di Polres Karimun, Kamis (28/6) malam. Razia yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia itu bagian dari pengamanan sebelum dan pasca putusan MK terkait sengketa pilpres.

Razia tersebut dimulai sekitar pukul 22.30 WIB yang dimulai dengan apel pasukan di halaman Mapolres Karimun dipimpin Kabag Ops, Kompol Mukharom. Satuan yang terlibat dalam razia itu diantaranya Satuan Reserse Kriminal, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Sabhara, Satuan Intelkam dan sejumlah personel Polsek Balai Karimun.

Tempat hiburan malam yang menjadi sasaran razia polisi itu yakni Champions Executive Club di Hotel Aston, pub hotel Satria dan pub hotel Wiko. Ironisnya, Champions Executive Club satu dari tiga pub tersebut tidak didatangi pengunjung sama sekali. Bahkan, di ruangan hall juga tidak ada aktivitas live musik, begitu juga ruangan VIP semuanya dalam keadaan kosong.

Sepinya pengunjung bahkan tidak adanya aktivitas live musik di pub terbesar di Karimun itu mengindikasikan kalau informasi adanya razia malam itu telah bocor sebelum dimulai. Sebab, sangat jarang terjadi hall Champions sama sekali tidak dikunjungi tamu, meskipun waktu baru menunjukkan pukul 22.30 WIB.

“Boleh-boleh saja ada indikasi mengarah kesitu (bocornya informasi razia). Tapi tadi sama-sama kita lihat memang kosong dan saya bahkan naik ke lantai dua. Kita memang tidak menuduh, tapi kita akan kroscek nanti apa memang ada kebocora informasi atau tidak,” ungkap Kabag Ops Polres Karimu, Kompol Mukharom usai memimpin razia.

Kata Mukharom, razia yang dilaksanakan malam itu bagian dari kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Razia Cipkon itu dilaksanakan secara serentak yang juga kaitannya dengan kegiatan skala nasional, yakni sebelum dan sesudah pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pilpres.

“Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita melaksanakan patroli dan merazia tempat-tempat yang dianggap rawan dan termasuk tempat hiburan tadi. Sasaran kami adalah pengunjung yang membawa senjata tajam, narkoba dan barang berbahaya lainnya,” ujar Mukharom.

Sebelum razia tempat hiburan malam, katanya, Polres Karimun dan TNI juga telah melaksanakan patroli gabungan sebelum hingga pasca pengumuman MK. Patroli gabungan itu dimulai dari pagi hingga sore. Patroli skala besar itu juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait putusan MK.

“Alhamdulillah, putusan sudah dilaksanakan dan Kepri khususnya Kabupaten Karimun sampai saat sekarang belum ada gejolak yang terjadi terkait putusan itu. Untuk itu, marilah sama-sama kita menjaga kondusifitas Kabupaten Karimun yang benar-benar aman dan kondusif,” pungkas Mukharom. (ham)