Elandra Mengidap Tumor Otak Glioblastoma

DIREKTUR RSUD Karimun, dr Zulhad.Foto/Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Merebaknya isu bapak yang hendak menjual ginjal karena anaknya terserang tumor otak di Karimun heboh di tengah masyarakat
sejak dua hari ini. Bahkan, isu tersebut sempat menjadi viral di media sosial. Lalu, sebenarnya tumor apa yang tengah diderita Elandra?

Direktur RSUD Karimun, dr Zulhadi kepada Haluankepri.com saat ditemui di depan ruang pendaftaran RSUD, Ahad (30/6) mengatakan, pasien saat ini mengidap glioblastoma. Tumor ini jenis kanker otak yang agresif. Untuk mengetahui sejauh mana tumor itu telah menyerang tubuh
Elandra, diketahui pada saat dilakukan operasi.

“Belum diketahui tumor atau kanker giloblastoma yang menyerang pasien sudah stadium berapa. Itu diketahui pada saat akan dilakukan
operasi. Tak seperti tumor otak lain yang dimulai di dalam tubuh dan menyebar ke otak, glioblastoma dimulai di otak atau sumsum tulang
belakang. Tumor muncul dari astrosit, sel berbentuk bintang yang membantu memelihara sel saraf di otak,” ungkap Zulhadi.

Untuk mengangkat tumor ini, harus dilakukan operasi yang melibatkan dokter spesalis bedah syaraf. Di Karimun, dokter spesialis ini
memang sudah ada. Hanya saja, peralatan untuk melakukan operasi ini masih belum memadai. Sementara, untuk di Kepri, rumah sakit yang
memiliki peralatan lengkap yang baru ada di Batam.

“Untuk mengangkat tumor ini, pasien harus dirujuk ke Batam. Untuk kasus yang dialami pasien Elandra, kami merujuk ke Rumas Sakit
Otorita Batam. Kenapa kami rujuk kesana, karena peralatan untuk melakukan operasi disana sudah lengkap. Karena, rumah sakit itu
menjadi rujukan rumah sakit lainnya di Kepri,” jelas Zulhadi.

Zulhadi menyebut, untuk menyediakan peralatan membutuhkan anggaran yang sangat besar. Sementara, berdasarkan data yang ada di RSUD M
Sani penderita tumor glioblastoma masih sangat langka. Kalaupun dipaksakan untuk membeli peralatan operasi, tidak sebanding dengan
jumlah pasien yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi juga menambahkan, Pemkab Karimun bersama RSUD Karimun masih belum mengkaji pembelian peralatan untuk operasi jenis tumor di kepala. Karena, selama ini kasus tersebut jarang muncul di Karimun. Ke depan, kalau memang kasus ini makin banyak bukan tak tertutup kemungkinan pembelian peralatan akan dibahas.(ham)

(Visited 123 times, 1 visits today)