Belajar dari Internet, Pengedar Upal Dibekuk

(dedi/haluankepri.com)

(dedi/haluankepri.com)

  • Rp 6 Jutaan Upal Diamankan

SEI BEDUK (HK) – Dua orang pengedar uang palsu (upal) di seputaran Kampung Aceh, Muka Kuning berhasil dibekuk anggota buser Polsek Sei Beduk, pada Selasa (25/6/2019) sekira pukul 00.30 WIB dini hari lalu.

Saat ditangkap, kedua pelaku, Usman (52) dan Sarifuddin (38) tak berkutik. Bersama mereka barang buktinya berupa uang palsu sebanyak Rp 6.125.00 ikut diamankan.

Selain itu, polisi juga mengamankan mesin printer, 2 pisau cater, dompet, 2 pensil warna merah dan biru, penggaris, kaca alas memotong upal, sarung, tas dan latban serta pecahan 50 ribu sebanyak 5 lembar, yang 100 ribu sebanyak 50 lembar dan belum dipotong 3 lembar dikontrakannya.

Kapolsek Sei Beduk, AKP Joko Purnawanto, bersama Kanit reskrim Ipda Budi Santoso membenarkan penangkapan tersebut.

Kedua pelaku itu ditangkap didua tempat berbeda yakni di kampung Aceh, saat bersembunyi dan di kampung Tower Indah, dikontrakan blok D No 9. Bahkan penangkapan ini berdasarkan hasil lidik.

Menurut pengakuan salah seorang pelaku, mereka nekat memaslukan uang tersebut dikarenakan tak ada kerjaan serta belajar dari internet. Kemudian, kedua pelaku ini berpindah-pindah tempat. Sebab sebelumnya mereka ini sempat tinggal di Sagulung Baru (Saguba) Sagulung. Kemudian pindah ke Kampung Aceh.

“Pelaku ini nekat memalsukan uang dikarenakan tak ada kerjaanya. Dan mereka ini belajar dari Internet. Mereka juga berpindah-pindah tempat. Bahkan salah satu dari pelaku ingin memberikan uang ke tempat kerja yang pelaku lamar supaya dirinya dimasukkan di kapal,” katanya.

Diterangkan juga, kedua pelaku ini sudah sempat membelanjakan upal sebesar Rp 2 juta.
“Jadi, apabila masyarakat yang menemukan upal tersebut agar langsung dilaporkan ke kantor polisi.”

Pelaku ini dikenakan pasal 36 ayat 2,3 UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang Indonesia dengan ancaman 15 tahun penjara. (ded)

(Visited 8 times, 1 visits today)