Erlanda Sudah Jalani Operasi di Karimun

DIREKTUR RSUD M Sani, dr Zulhadi saat konferensi pers, Senin (1/7).Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Erlanda Dwiguna (23), pasien yang menderita tumor otak tidak jadi dirujuk ke Batam. Pasien akhirnya bisa dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Senin (1/7).

Tim dokter yang menanganinya terdiri dari 8 orang dokter spesialis dan para medis. Erlanda mulai menjalani operasi sejak pukul 11.10 WIB dan berakhir pada pukul 14.20 WIB.

Operasi tersebut melibatkan 8 orang yang terdiri dari dokter dan paramedis. Operasi itu dipimpin dr Andi Nugraha Sendjaja SpBS yang merupakan dokter spesialis bedah syaraf. Kemudian, pasca operasi pasien dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang dipimpin oleh dr Ronggo Baskoro SpAn, dokter spesialis anestesi.

Direktur RSUD M Sani, dr Zulhadi saat konferensi pers mengatakan, pada awalnya pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Otorita (RSOB) Batam untuk menjalani operasi. Makanya, sebelum dirujuk ke Batam, pada Sabtu malam pasien kembali dirawat di RSUD M Sani untuk merawat kondisi umum pasien.

Kata Zulhadi, dalam perjalanan ternyata dokter Andi Nugraha mengambil langkah alternatif dengan memungkinkan untuk melaksanakan operasi di RSUD M Sani. Apalagi, beberapa waktu lalu dokter Andi mengirim peralatan dari Bandung dan sampai di Karimun beberapa hari yang lalu.

“Alhamdulillah, Erlanda sudah menjalani operasi di RSUD M Sani. Pasien tidak sampai dirujuk ke Batam. Untuk operasi menggunakan peralatan dokter Andi (Nugraha) dari Bandung. Peralatan itu sudah ada di Karimun. Operasi berjalan dengan lancar,” ungkap Direktur RSUD M Sani, dr Zulhadi saat konferensi pers, Senin (1/7) sore.

Dikatakan, kendala pelaksanaan operasi sebelumnya bukan karena masalah peralatan, tapi RSUD M Sani belum pernah melakukan tindakan bedah syaraf. Untuk melakukan itu, perlu persiapan dan kajian yang matang dengan tim terkait. Akhirnya, Minggu (30/6) sore, dokter Andi mengabari kalau operasi bisa dilaksanakan di Karimun dengan mengkaji semua hal.

“Operasi bedah syaraf yang dilakukan kepada pasien atas nama Erlanda merupakan operasi bedah syaraf pertama yang dilakukan di RSUD M Sani. Sebelum operasi dilaksanakan, kami berkoordinasi dengan pak bupati, wakil bupati dan kepala dinas kesehatan, alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar,” terangnya.

Zulhadi menyebut, meski operasi sudah dilaksanakan dengan baik dan lancar, namun bukan berarti masalah sudah selesai. Namun, perjalanan masih panjang. Pasien harus menjalani perawatan setelah operasi. Masa kritis belum terlewati. Pasien masih harus menjalani perawatan di ruangan ICU.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi menambahkan, soal biaya semuanya ditanggung oleh Pemkab Karimun. Biaya pada satu bulan yang lalu saat pasien menjalani perawatan umum ditanggung menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Sementara, biaya setelah operasi ditanggung melalui BPJS Kesehatan.

“Saat dirawat kemarin biaya pasien ditanggung menggunakan SKTM, dan saat operasi serta pasca operasi biayanya ditanggung menggunakan BPJS Kesehatan. Sebab, kartu BPJS pasien sudah keluar pada pagi tadi. Dalam kondisi seperti ini, kartu BPJS bisa dipercepat dalam hal penerbitannya,” ujar Rachmadi. (ham)

DIREKTUR RSUD M Sani, dr Zulhadi saat konferensi pers, Senin (1/7).Foto:Ilham/Haluan Kepri

(Visited 1,098 times, 1 visits today)