Natuna Berpeluang Jadi Kawasan Distribusi Barang

Wajah Hardinansyah

NATUNA (HK)- Letak georafis Natuna yang berada di perbatasan dan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) membuat wilayah ini dinyatakan layak sebagai kawasan distribusi barang untuk keperluan Nasional.

Kelayakan ini didasari pada posisi Natuna yang berbatasan langsung dengan beberapa negara di wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Vetnam, Laos, Hongkong dan negara-negara lainnya yang berada di wilayah utara serta negara-negara Asia Timur.

Alasan di atas diperkuat lagi dengan posisi Natuna yang berada tepat di tengah jalur pelayaran internasional, sehinggi Natuna layak juga sebagai wilayah transit barang dan orang yang berasal dari berbagai negara.

“Satu lagi potensi Natuna yang tak bisa dipungkiri adanya yaitu letak geografisnya. Posisi ini mengandung potensi tersendiri. Hal ini membuat Natuna berpeluang menjadi kawasan distribusi Nasional,” kata mantan Kepala Bappeda Kabupaten Natuna, Hardinansyah, kemarin.

Menurutnya, barang-barang yang bisa didistribusikan dari Natuna adalah berupa barang impor negara yang berasal dari negara-negara tetangga seperti yang disebutkan di atas.

“Pemeritah sering kali melakukan kegiatan impor dari beberapa negara yang dekat dengan Natuna, seperti impor beras, daging dan lain sebagainya. Barang-barang ini bisa masuk ke Indonesia melalui Natuna dan kemudian didistribusikan di dalam negeri dari Natuna,” terangnya.

Potensi ini disebutnya juga sebagai salah satu landasan pemikiran pemerintah dalam rencana pengembangan Natuna sebagai wilayah yang layak jadi kawsan distribusi Nasional.

Terkait hal ini pula, pemerintah telah memulai upaya ke arah sana. Berbagai kegiatan berupa kajian dan obeservasi hingga penentuan lahan untuk pembangunan satu zona bisnis bertaraf internasional juga telah dilakukan oleh pemerintah di Natuna.

“Inilah salah satu unsur dari pokok pikiran yang ada pada rencana pembangunan Pelabuhan Samudera Teluk Buton itu. Jadi pelabuhan yang sedang dirancang sekarang itu bukan hanya untuk mengakomodir keperluan logistik migas, tapi juga berfungsi sebagai zona distribusi Nasional. Agar tidak Jakarta dan beberapa kota besar lainnya saja sebagai kawasan distribusi di Indonesia,” jelas Hardinansyah.

Ia mengaku yakin, bila rencana prmerintah ini terwujud, Natuna akan terdorong maju hingga puluhan langkah. Bukan hanya sektor perdagangan yang mengalami kemajuan, tapi juga peluang keterbukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Di sini masyarakat bisa terlibat langsung sebagai pedagang, karyawan maupun buruh kasar. Kalau rencana ini terjadi, Natuna otomatis mengalami banyak kemajuan,” pungkasnya.(fat)

(Visited 21 times, 1 visits today)