Warga Takut Berkebun Karena Pengungsi

Syahri, Ketua RW 05 Kelurahan Toapaya Asri menyampaikan keluhan warganya di forum sosialisasi dan dialog yang digelar di balai pertemuan Kantor Lurah Toapaya Asri, Senin (1/7/2019). (okialexander/haluankepri.com)

Syahri, Ketua RW 05 Kelurahan Toapaya Asri menyampaikan keluhan warganya di forum sosialisasi dan dialog yang digelar di balai pertemuan Kantor Lurah Toapaya Asri, Senin (1/7/2019). (okialexander/haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Gara-gara pengungsi berkeliaran, para petani yang berdomisili di Rw 05 Kelurahan Toapaya Asri jadi takut menjalankan aktifitas berkebunnya. Hal ini terungkap saat acara sosialisasi dan dialog yang digagas UNHCR di balai pertemuan Kantor Lurah Toapaya Asri, Senin (1/7/2019).

Ketua RW, Syahri menerangkan, warganya yang mayoritas petani belakangan memang resah dengan banyaknya pengungsi yang berkeliaran. Menurutnya, selama ini tidak ada tim yang melakukan pengawasan tersebut.

“Jujur saja, warga kami yang biasanya berkebun hingga sore hari menjadi resah karena banyaknya pengungsi yang berkeliaran,” ungkap Syahri saat menyampaikan pertanyaan dalam forum.

Ia meminta, pihak terkait segera membentuk tim pengawasan terpadu supaya warganya merasa aman menjalankan aktifitas bercocok tanam. Selain itu, Syahri juga mengkritik soal minimnya sosialisasi pihak terkait mengenai para pengungsi.

“Sampai sekarang saja, saya tidak tahu soal tatib (tata tertib) para pengungsi dan aturan lainnya. Sehingga, kami susah mensosialisasikan kepada masyarakat,” timpalnya.

Ia mengharapkan pihak terkait merespon keluhan warga yang lokasinya dekat dengan penampungan pengungsi di Bhadra Resort. Sehingga warganya merasa nyaman.

Sementata itu, Sekretaris Kesbangpol Bintan Jamsuri mengatakan, agar masyarakat berani melaporkan kepada pihak terkait bilamana menemukan ulah-ulah pengungsi yang dianggap meresahkan.

“Laporkan saja ke FKDN kalau memang ada pengungsi seperti itu. Supaya bisa diproses/ditindaklanjuti,” ungkapnya. (oxy)

(Visited 44 times, 1 visits today)