Kecamatan Jemaja Barat Diresmikan

SEKRETARIS BNPP Suhajar, Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Bupati Anambas Abdul Haris, SH saat mengunjungi Kecamatan Jemaja Barat.Foto:Yudi/Haluan Kepri

ANAMBAS(HK)-Kecamatan Jemaja Barat diresmikan menjadi kecamatan ke 9 di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Setelah diperjuangkan sejak tahun 2011 akhirnya pada tahun 2019 harapan masyarakat tiga desa yakni Desa Impol, Desa Sunggak, dan Desa Keramut menjadi kenyataan.

Peresmian dan pelantikan Camat dilakukan Bupati KKA Abdul Haris, SH.
Hadir dalam perSekretaris Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Gubernur Kepri, Asisten Tata Pemerintahan Provinsi Kepri, Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepala OPD dan FKPD serta tokoh masyarakat Jemaja dan Jemaja Barat. Kegiatan itu digelar di Desa Impol sebagai ibukota Kecamatan Jemaja Barat.

“Kabupaten Kepulauan Anambas pada awal mulanya pembentukannya dari 7 kecamatan dan kini setelah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 tentang pembentukan Kecamatan Jemaja Barat dan Kecamatan Siantan Utara,”ujar Haris didesa Impol Ibu Kota Kecamatan Jemaja Selasa (2/7)

Ia menjelaskan, setelah keluarnya dua kode wilayah kecamatan tersebut oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Bina Administrasi kewilayahan maka KKA resmi memiliki sembilan kecamatan.

Ia mengungkapkan, tujuan pemekaran kecamatan ini merupakan untuk menguatkan pemetaan pembangunan, optimalisasi pelaksanaan pemerintah daerah, memperpendek rentang kendali pelayanan publik dan pemberdayaan serta pembina masyarakat yang lebih merata.

“Saya lantik yang menjadi Camat Jemaja Barat adalah Supriyadi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat Jemaja. Saya harapkan Camat Jemaja Barat yang dilantik dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan taat terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta peraturan yang berlaku,’paparnya.

Ia menambahkan, pembentukan kecamatan ini sebagai perangkat daerah yang bersifat kewilayahan untuk meningkatkan fungsi koordinasi kewilayahan, koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik atau pelayanan tertentu yang bersifat sederhana dan atau berintensitas tinggi.

“Perlu saya sampaikan tantangan kedepan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan sebaik-baiknya dan juga secara khusus menjadi tanggung jawab camat yang dilantik untuk dapat mengemban tugas dan amanahnya. Besok kita juga akan melantik Camat Siantan Utara yakni di Desa Mubur,”tuturnya.

Sedangkan, Sekretaris BNPP Suhajar Diantoro mengatakan, bahwa pihaknya mewakili dari Menteri Dalam Negeri menyampaikan untuk dapat bersatu padu dalam memajukan dan melanjutkan pembangunan.

Suhajar mengatakan, Kabupaten Kepulauan Anambas pembentukannya adalah amanat presiden ketika itu. Kunci sukses adalah kerjasama antara masyarakat dan pemerintah.

“Hidup secara terhormat dan masyarakat yang hebat itu adalah masyarakat yang mandiri. Daerah yang bisa sukses itu adalah kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, “kata Suhajar mantan Camat Serasan,”tegasnya.

Sementara itu Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan, meskipun di segala keterbatasan masyarakat harus dapat dilayani dengan baik. Dengan adanya rentang kendali maka saat ini tidak ada lagi sebab tiga desa ini sudah resmi di bentuk menjadi kecamatan agar masyarakat dapat menikmati pelayanan publik dari pemerintahan daerah.

“Mari kita bersama bersyukur atas telah diresmikan Kecamatan Jemaja Barat. Mari kita bangun daerah bersama masyarakat yang mandiri,”ungkapnya.

Acara tersebut juga dilaksanakan bersamaan pelantikan pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Jemaja Barat serta pengurus PKK Kecamatan Jemaja Timur yang dilantik oleh Ketua PKK Kabupaten Kepulauan Anambas yakni Heriana Abdul Haris, SH.Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun langsung meresmikan Kecamatan Jemaja Barat dengan memukul gong sebanyak lima kali.(yud)

(Visited 95 times, 1 visits today)