Kementerian PUPR Bangun Tol di Batam

#Mulai dari Bandara-Batam Centre- Batuampar

BATAM (HK) – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia akan membangun jalan tol sepanjang 25 kilometer di Batam. Adapun jalurnya mulai dari Bandara-Batam Centre hingga Batuampar.

Baru-baru ini, staff Kementerian PUPR dan PT Wijaya Karya datang ke Batam bertemu Walikota Batam HM Rudi untuk mempresentasikan tapak-tapak untuk pembangunan jalan tol.
Dalam pertemuan itu, Walikota memilih jalan tol itu dibagun menggunakan jalur khusus dan tidak mengikuti jalan raya yang sudah ada saat ini, yakni membuat jalur baru.

Dari Bandara langsung melewati Batam Center, dekat Pemko Batam, kantor BP Batam dan lansung ke pelabuhan Batu Ampar. Selanjutnya jalan tol itu akan dibangun dari cela-cela kantor BP Batam langsung ke daerah Muka Kuning.

“Kalau jalan tol itu dibangun mengikuti jalan raya maka akan tetap membuat macet di tempat turunnya dari jalan tol itu,” ujar Amsakar saat ditemui di kantor DPRD Batam, Senin (1/7).

Amsakar juga mengatakan, jalan tol yang dibangun nanti akan menggusur banyak rumah warga dan biayanya ganti ruginya juga tidak sedikit. Sementara kalau jalan tol itu dibuat mengikuti jalan raya maka hanya sedikit rumah warga yang terkena gusur dan anggarannya juga akan sedikit.

Tujuan dibangun jalan tol adalah solusi untuk menghindari kemacetan di Batam. Selain itu untuk mempermudah dan memperlancar arus keluar-masuk barang dari kawasan industri ke pelabuhan dan Bandara.

“Kalau tetap pada jalan yang ada saat ini maka saat kendaraan turun maka akan bertemu semuanya, oleh karena itulah dipilih pertimbangan dari Pak Wali yang paling mendasar yakni memilih jalur lain dan membuka baru,” ucapnya.

Kemudian, Kalau dibuat jalan tol itu di atas laut dekat Batam center maka biayanya akan jauh lebih besar dan itu harus diproyeksikan beberapa tahun kedepannya kalau seandainya teluk dekat Batam Center itu dikembangkan.

“Itulah kemarin yang disepakati dalam pertemuan yang dilakukan. Oleh karena itu sekarang ini tim dari PT Wijaya Karya sedang membuat kalkulasi dan hitung-hitungannya,” pugkas Amsakar.

Dijelaskannya, bahwa pada saat yang bersamaan tim Pemko Batam dan Badan Pertanahan Negara (BPN) serta tim PT Wijaya Karya melakukan survei. Dari hasil suvei yang dilakukan akan ada beberapa rumah warga, kantor pemerintahan yang akan digusur.

Untuk itu, butuh waktu untuk yang cukup lama untuk pengerjaan jalan itu baru bisa selesaikan. Walaupun demikian, Walikota Batam meminta agar proses pengerjaan jalan tol itu dipercepat. Pihaknya mengharapkan Batam akan ada perubahan-perubahan yang spektakuler, hebat dan dahsyat.

Anggaran Dana Insentif Daerah (DID) untuk pembuatan jalan tol itu, saat ini masih dihitung oleh tim yang akan mengerjakannya. Karena lain koordinat yang akan dibuat maka akan lain pula hitungan anggarannya, apalagi kalau banyak rumah warga yang akan digusur maka akan lain pula hitungannya.

Jadi DID itu tergantung kepada titik koordinat yang dipilih sesuai dengan yang disepakati itu.
Berubahnya panjang jalan itu akan dilihar dulu dari titik koordinat jalan itu, yakni akan bisa lebih panjang dan akan bisa lebih pendek.

“Yang membahagiankan adalah, apa yang telah disampaikan Presiden waktu kedatangannya ke Batam beberapa waktu lalu, yakni tentang jalan tol, UWTO dan kampung tua semuanya sudah di follow up,” bebernya. (cw64)

(Visited 251 times, 1 visits today)